Sayonara Layar Sentuh Dominan: Tombol Fisik Kembali Wajib

Selasa, 03/03/2026 13:05 WIB | Ade Nugroho
Layar Sentuh
Layar Sentuh

 

mobilinanews (Jakarta) – Selama beberapa tahun terakhir, produsen mobil listrik (EV) asal China berlomba-lomba menghapus tombol fisik demi estetika minimalis. Namun, mulai 1 Juli 2027, pemerintah China melalui Kementerian Industri Transportasi akan mewajibkan setiap mobil baru untuk kembali menggunakan tombol fisik untuk fungsi-fungsi vital.

Mengapa Aturan Ini Muncul?

Alasannya sederhana namun krusial: Keselamatan. Regulator menilai bahwa mengoperasikan layar sentuh saat mengemudi justru mengalihkan fokus mata dari jalanan. Dengan tombol fisik, pengemudi bisa mengoperasikan fitur berdasarkan muscle memory (tanpa harus melihat), yang jauh lebih aman dalam situasi darurat.

Daftar Fitur yang "Haram" Hanya Pakai Layar

Nantinya, kamu tidak perlu lagi ribet scrolling menu di layar cuma buat nyalain lampu atau buka jendela. Fitur-fitur ini wajib punya tombol atau tuas fisik:

Kritik dari Dalam Industri

Bahkan petinggi Geely, salah satu raksasa otomotif China, mengakui bahwa industri mereka sempat "tersesat" karena mengikuti tren secara membabi buta. Desain interior yang terlalu minimalis dianggap keren secara visual, tapi gagal secara fungsionalitas dan keamanan.

Intinya: Teknologi tinggi tetap oke, tapi jangan sampai mengorbankan nyawa pengemudi hanya demi terlihat futuristik.

Bagaimana Menurutmu?

Apakah kamu tim "Layar Sentuh yang Estetik" atau tim "Tombol Fisik yang Praktis"? Perubahan di China ini kemungkinan besar akan berdampak pada mobil-mobil yang masuk ke pasar Indonesia juga, mengingat banyaknya brand China yang kini merajai jalanan kita.