mobilinanews (Inggris) - Kompetisi F1 2026 dimulai di GP Australia pada pekan ini, 6-8 Maret. Tapi, komunitas F1 sudah deg-degan dengan penyelenggaraan bulan depan di jazirah Arab, GP Bahrain dan Arab Saudi.
Tak lain karena perang yang tengah berkecamuk di wilayah Timur Tengah. Mengakibatkan berbagai bandara tutup, penerbangan dibatalkan dan jelas sangat menggangu pengiriman logistik ke Bahrain dan Saudi Arabia yang menggelar seri F1 tahun ini pada 12 dan 19 April. Waktu semakin mepet.
Bahkan, beberapa tim sudah mempertimbangkan untuk ikut serta jika eskalasi politik di wilayah itu masih brlum menentu.
Pirelli bahkan sudah batalkan jadwal tes ban khusus bersama Mercedes dan McLaren yang dijadwalkan pekan depan di Bahrain.
Dikutip dari beberapa media F1, FIA disebutkan memantau perkembangan di Timur Tengah secara mendalam tetapi pada saat ini belum menetapkan keputusan apa pun.
Meski begitu FIA sudah memikirkan kemungkinan terburuk berupa pembatalan seri lomba Bahrain dan Arab Saudi.
Jika pembatalan itu harus terjadi, FIA dikabarkan sudah mempertimbangkan 3 sirkuit alternatif untuk gantikan seri Bahrain dan Arab Saudi. Masing-masing adalah Sirkuit Portimao di Portugal, sekaligus uji coba untuk penyelenggaraan F1 pertama di sana pada musim 2027. Kandidat lain adalah trek yang tahun inibtak masuk kalender F1, yakni Imola di Italia dan Paul Ricard di Prancis.
Jika Bahrain dan Arab Saudi batal jadi tuan rumah tahun ini, maka masih ada dua seri milik negara kawasan Timur Tengah, yakni dua seri terakhir di Qatar dan Uni Enirat Arab pada November dan awal Desember mendatang. Tentu sambil berharap perdamaian sudah terjalin di kawasan tersebut. (r)