F1 2026 Australia: Kecepatan Mercedes `Tak Lazim`, Isu Akal-Akalan Kompresi Mesin Kembali Mencuat

Sabtu, 07/03/2026 23:59 WIB | Rulin purba
George Russell (Inggris/Mercedes). (Foto: f1)
George Russell (Inggris/Mercedes). (Foto: f1)

mobilinanews (Australia) - Jika kecepatan Mercedes  W17 besutan George Russell masih seperti performanya di tiga tahap kualifikasi, maka lawannya akan tertinggal sangat jauh di sesi raceday GP Australia, Minggu (8/3).

Sepertinya Mercedes memang benar menyembunyikan kekuatan sesungguhnya pada tes pra musim Bahrain. Dan, di sesi latihan GP Australia pada Jumat (7/3) kemarin pun masih menyembunyikan hal yang sama. Baru di sesi FP3 dan tiga tahap kualifikasi pada sesi Sabtu kecepatan Russell sesungguhnya baru keluar.

Di dua FP awal, Russelll kalah kencang dari Ferrari dan McLaren. Tapi, di FP3 ia tercepat dengan gap mengagumkan. Ia mengalahkan Lewis Hamilton (Ferrari) dengan marjin 0,616 detik di tempat kedua. Dua joki McLaren yang pakai mesin Mercedes justru dihajar telak dengan gap 1,034 detik (Oscar Piastri/P4) dan Lando Norris dengan jarak 1,390 detik di urutan tercepat ke-8. Charles Leclerc yang tercepat di FP1 berada di P3 dengan selisih 0,774 detik.

Puncaknya di tiga phase kualifikasi. Russell tercepat di Q1, 2 dan 3. Ia raih pole position dengan jarak 0,203 detik atas driver W17 lainnya, Kimi Anttonelli, sekaligus front row untuk Mercedes pada race Minggu esok.

Yang bikin ngeri adalah fakta kalau Russell mendepak pembalap tim lain dengan telak. Isack Hadjar (Red Bull) kena 0,785 detik di posisi ketiga, Leclerc dan Piastri dengan gap di atas 0,8 detik plus para pemegang gelar juara dunia Norris dan Hamilton di atas 0,9 detik di urutan 8 dan 9.

Selisih waktu yang telak itu jelas tak lazim jika dibandingkan dengan musim lalu dimana kekuatan tim hanya dipisahkan selisih ketat di sesi kualifikasi.

Maka banyak yang kemudian bertanya dengan nada heran, termasuk fans F1, dari mana Mercedes mendapatkan keuntungan kecepatan itu?

Termasuk yang terheran-heran adalah tim McLaren yang notabene menggunakan spesifikasi mesin Mercedes yang sama dengan tim Mercedes. Dengan mesin sama, memuat bahan bakar yang sama dan pakai ban yang sama, prinsipil tim McLaren Andrea Stella dengan halus mengaku takjub dengan kecepatan Russell.

"Kamin harus memahami mengapa mereka jauh lebih cepat," ucap Stella yang bersama tim teknisnya sempat menganalisa laju mobil Russell dengan teknologi khusus untuk membedah kelebihannya.

Yang lebih menjurus adalah Hamilton yang saat ini tengah bergairah dengan kecepatannya di Ferrari sejak tes pra musim.

Saat kualifikasi, penyandang 7 gelar F1 itu sudah yakin tak bakal bisa mengejar Mercedes. Paling banter yang bisa diraih dalam perebutan grid starting hanyalah P3. Tapi, faktanya kedua  Ferrari hanya berada di P4 dan 7.

Ia juga mengaku tak kaget dengan speed Mercedes di sesi Q3 dan finish 1 dan 2.

"Saya hanya ingin memahami dari mana selisih itu datang. Jika itu karena rasio kompresi, saya ingin memahami mengapa sampai saat ini FIA diam saja. Jika bukan karena hal itu maka artinya saya dan tim saya harus kerja keras lagi. Jika itu sebabnya maka saya akan minta tim saya melakukan hal yang sama," tutur Hamilton mengungkit isu rasio kompresi mesin Mercedes yang muncul sejak sesi tes pra musim.

Ada dugaan rasio kompresi W17 telah diakali Mercedes dengan terobosan teknologi tersendiri. Regulasi saat ini membatasi rasio kompresi mesin pada titik 16,1. Ketentuan itu terpenuhi Mercedes saat mobil mereka dalam kondisi statis.

Tapi, begitu mesin panas maka rasionya naik ke posisi 18,1 dan perubahan itu diduga menguntungkan Mercedes sebesar 0,3 sampai 0,4 detik per lap. Eh, faktanya saat ini Ferrari dihajar di atas 0,7 detik.

Ferrari, Honda,  dan Audi sudah mempermasalahkan isu itu kepada FIA, namun regulator balap mobil dunia itu masih anteng dan baru akan memutuskan perlu tidaknya menginvestigasi mesin Mercedes setelah 6 atau 7 seri balap tahun ini. (r)