mobilinanews (Jakarta) – Jetour Indonesia terus menunjukan komitmennya untuk memberikan inovasi teknologi untuk menunjang kualitas produknya.
Salah satu yang menonjol adalah bagaimana Jetour membangun keamanan terbaik pada mobil SUV T2. Kemampuannya tak diragukan lagi karena mampu menahan beban lebih dari 350 kilogram.
Hal ini ditunjukan dalam sebuah demonstrasi riil, ketika T2 memikul tulangan besi layar berukuran raksasa di MGP Space, Jakarta, pada saat Media Iftar yang berlangsung di MGP Space, Jakarta, Selasa (10/3).
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah mengatakan Jetour memprioritaskan safety pada produknya, di belakang fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama.
Asal tahu saja, Jetour T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque. Mengaplikasikan 80% high-strength steel, sehingga punya kekuatan dan stabilitas tinggi dengan kemampuan static load hingga 300 kilogram serta torsion rigidity mencapai 31.000 Nm/degree.
“Melalui demonstrasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan tersebut bukan sekadar klaim, tetapi benar-benar menjadi fondasi keamanan dalam setiap perjalanan,” kata Ranggi bersemangat.
Selain struktur bodi yang kuat, Jetour T2 juga dilengkapi berbagai teknologi yang dirancang untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan berkendara.
Fitur Kenyamanan T2
Salah satunya adalah 540° Jetour Surround Vision yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar kendaraan, termasuk tampilan sasis transparan, sehingga membantu pengemudi bermanuver dengan lebih percaya diri.
Kendaraan ini juga dirancang dengan kemampuan Flood Ready & Terrain Ready untuk menghadapi beragam kondisi jalan selama perjalanan.
Ada juga, fitur Wading Radar memungkinkan kendaraan mendeteksi kedalaman air secara real time dan melintasi genangan hingga 700 mm, sementara ground clearance setinggi 220 mm membantu kendaraan melewati kondisi jalan yang tidak selalu dapat diprediksi.
Untuk mendukung keselamatan selama perjalanan, ia punya ADAS Bosch Suite dengan radar generasi ke-5 dan kamera generasi ke-3 yang menghadirkan Level 2 Advanced Driver Assistance System.
Teknologi di atas membantu menjaga stabilitas kendaraan, mempertahankan jarak aman, serta memberikan berbagai fitur pendukung keselamatan berkendara.
Membedah teknologi pada T2 berkenaan dengan mudik 2026 ini, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan, bahwa perjalanan mudik di Indonesia, punya tantangan tersendiri. Utamanya, volumekendaraan dan jarak yang jauh.
“Pemudik akan menempuh ratusan hingga ribuan kilometer tanpa jeda yang cukup, yang tentu meningkatkan risiko kelelahan. Ditambah lagi kondisi jalan yang sangat beragam, mulai dari tol hingga jalan pedesaan yang tidak selalu mulus. Karena itu, persiapan yang matang dari sisi pengemudi maupun kendaraan,” kata Jusri.
Pada kesempatan itu, Jetour Indonesia juga memperkuat identitas visual sebagai bagian dari evolusi merek global di Indonesia.
Identitas baru tersebut menampilkan monogram modern “JT”, inisial dari JETOUR yang terinspirasi dari karakter Tiongkok “行” (xing) yang memiliki arti melangkah maju.
Identitas ini mencerminkan visi JETOUR sebagai merek yang lahir dari semangat perjalanan sekaligus komitmen untuk terus berinovasi.