Mobilinanews (Spanyol) - Dalam dunia balap MotoGP, nama Marquez sudah seperti sebuah standar emas. Namun bagi Alex Marquez, nama besar itu sering kali terasa seperti beban yang berat.
Di lintasan maupun di area paddock, ia hampir selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya, Marc Marquez. Ada suara-suara sumbang yang bilang kalau Alex bisa sampai di MotoGP itu cuma karena faktor keluarga, bukan karena prestasi.
Banyak orang yang meremehkan kemampuannya. Padahal, Alex Marquez sudah membuktikan bakatnya jauh-jauh hari dengan menjadi juara dunia di kelas Moto3 dan Moto2.
Bahkan hingga saat ini, perbandingan dengan sang kakak masih terus ada. Namun, Alex yang sekarang sudah jauh lebih dewasa dalam menanggapi kritikan tersebut. Ia tidak lagi ambil pusing dengan omongan orang yang diragukan kredibilitasnya.

“Akan selalu ada seseorang yang menganggap kamu ada di sini karena Marc,” akunya secara jujur. Tapi baginya, hal itu bukan lagi masalah besar. “Aku sedang menempuh jalanku sendiri,” ucapnya dikutip dari Motosan, Sabtu (14/3/2026).
Perjalanan Alex di MotoGP memang tidak selalu mulus. Ia mengakui bahwa tahun 2022 adalah momen terberat dalam hidupnya. Saking sulitnya, ia bahkan sempat ragu pada dirinya sendiri dan berpikir untuk berhenti balapan.
"Sebagian dari diriku berkata, ‘Kamu tidak bisa melakukannya,’ sementara bagian lainnya ingin terus melangkah," kenangnya. Di tengah keraguan itu, ia memilih untuk bangkit dan pindah ke tim Gresini demi membuktikan bahwa ia masih layak bersaing di level tertinggi.
Ya, keputusannya untuk melepaskan diri dari lingkungan tim pabrikan dari Honda yang penuh tekanan dan mencari jalannya sendiri bersama tim satelit Gresini yang kini masih diperkuatnya adalah bukti kemandiriannya.
Di sana, ia membuktikan bahwa ketika diberikan motor yang sesuai dengan gaya balapnya, ia mampu bersaing di barisan depan, meraih pole position, dan berdiri di podium atas jerih payahnya sendiri.

Setelah tampil impresif di musim 2025, banyak yang bertanya, mampukah Alex menjadi juara dunia MotoGP? Ia menjawab tantangan itu dengan rendah hati namun tetap optimis. Menurutnya, ia sudah punya modal yang cukup untuk mencoba meraih mimpi tersebut.
"Tidak pernah ada kata cukup, kamu selalu bisa melakukan lebih banyak, secara teori, ya," ujarnya sambil tersenyum.
Kini, Alex Marquez tidak lagi membalap untuk membuktikan orang lain salah, melainkan untuk membuktikan dirinya benar. Ia telah belajar bahwa ia tidak perlu menjadi "Marc yang lain" (Marc Marquez) untuk dianggap sukses.
Bagi Alex, tujuan utamanya sekarang adalah terus membuktikan di atas lintasan bahwa prestasinya bukanlah sebuah kebetulan. Ia ingin dunia tahu bahwa terlepas dari apapun nama belakangnya, kerja keras dan bakat akan selalu menemukan jalannya sendiri.