mobilinanews (AS) - Tak ada drama seperti pada sesi sprint race. Marco Bezzecchi (Italia/Aprilia) menang mudah sekaligus mendaftarkan namanya dalam sebuah klub yang berisi para pembalap legendaris.
Bezzecchi start dari P4 setelah penalti mundur dua posisi gara-gara mengganggu laju Marc Marquez (Spanyol/Ducati) saat kualifikasi. Tapi, selepas start, ia langsung berada di P2 lagi dan sekejap kemudian mendapuk P1 karena Pedro Acosta (KTM) yang berada di depannya melebar saat keluar tikungan awal.
Sejak itulah Bezzecchi tak pernah menoleh ke belakang. Fokus untuk menuju P1 di garis finish dan berhasil setelah mengalahkan rekan setimnya, Jorge Martin, dengan selisih waktu 2,036 detik. Di belakang mereka ada Acosta, pole sitter Fabio Di Giannantonio (VR46) dan Marquez di grup 5 Besar. Tak ada aksi pepet-pepetan apalagi salip menyalip. Datar saja. Jarak masing-masing kisaran dua detik.
Yang menawan justru Marquez. Joki Ducati ini berangkat dari P6 di garis start. Tapi, ia kena hukuman long lap penalty buntut insiden dengan Giannantonio di sesi sprint race dan menghabiskan waktu kisaran 4 detik. Jika tak ada hukuman yang dikompori tim VR46 itu, pastinya Marquez bisa naik podium.
Kemenangan di main race GP Austin, Minggu (29/3) siang waktu lokal atau Senin (30/3) jelang subuh WIB itu pun mengembalikan posisi Bezzecchi ke puncak klasemen ysng sehari seekumnya diambil alih Martin usai sesi sprint race. Tadinya kalah 1 poin, kini Bezzecchi balok unggul 4 angka. Masing-masing dengan total poin 81 dan 77. Meninggalkan Acosta, Giannantonio dan Marquez di peringkat 3-5 dengan masing-masing mengoleksi 60, 50 dan 45 poin.
Kemenangan itu adalah kemenangan kali kelima beruntun Bezzecchi sejak akhir.musim lalu. Dalam statistik balap motor dunia ada kumpulan rekornya, yakni para pembalap grand prix yang bisa menang lima kali beruntun do kelas primer. Penghuni klub ini adalah rider legendaris macam Giacomo Agostini, John Surtees, Mike Hailwood, Geoff Duke, Mick Doohan, Valentino Rossi dan Marc Marquez. Dan, kini Bezzecchi bergabung dalam klub elit ini.
"Sulit menggambarkan perasaan saya. Tapi, rasanya aneh nama saya disejajarkan dengan para legenda itu. Benar-benar terasa aneh nama saya disebut sejajar dengan Vale (Rossi) dan Marc," kata Bezzecchi yang salah satu favorit juara dunia MotoGP tahun ini.
"Saya beruntung bisa bertarung dengan salah satu dari mereka, Marc. Ia adalah pembalap tercepat dan terkuat di grid MotoGP saat ini."
Menurut adik didik Rossi berusia 27 tahun itu, masuk klub para legenda itu adalah sebuah tekanan tetapi juga menjadi sebuah kehormatan.
"Saya bangga bisa berada pada kelompok ini," tandasnya.
Perjalanan dan perjuangan Bezzecchi berikutnya menunggu di GP Spanyol pada 26 April nanti. Di kandang para pesaing macam Marquez, Martin dan Acosta. (r)