200 Putra Daerah NTB Ambil Alih Kendali Jadi Marshal GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika

Sabtu, 04/04/2026 18:29 WIB | bagas
Marshal di Sirkuit Mandalika (Foto: MGPA)
Marshal di Sirkuit Mandalika (Foto: MGPA)

Mobilinanews (Lombok) - Aspal panas Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika bersiap kembali menjadi saksi bisu adu kecepatan jet darat dalam ajang bergengsi GT World Challenge Asia yang dijadwalkan pada 1-3 Mei 2026 mendatang.

Namun, dibalik deru mesin dan kepulan asap ban, sorotan utama kali ini tidak hanya tertuju pada para pembalap mancanegara, melainkan pada barisan "pahlawan lintasan" yang seluruhnya merupakan putra daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Indonesia tengah mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa kemegahan sirkuit di Lombok Tengah ini bukan sekadar soal infrastruktur fisik, melainkan tentang kematangan sumber daya manusia yang kini telah mencapai standar global.

Sebanyak 200 marshal lokal akan memegang kendali penuh atas operasional di lapangan, sebuah pencapaian yang menandai kemandirian teknis Indonesia dalam menyelenggarakan balapan kelas dunia.

Mereka tersebar dalam berbagai unit strategis, mulai dari penjaga jantung aktivitas di pitlane, pengawas ketat di lintasan balap, hingga tim evakuasi dan perawatan trek yang menuntut ketangkasan tingkat tinggi.

Kehadiran para personel ini menjadi jaminan bahwa setiap detik jalannya kompetisi akan berlangsung di bawah pengawasan ketat yang memenuhi protokol keselamatan internasional paling kaku sekalipun.

Peran marshal memang sering kali disebut sebagai urat nadi dalam ekosistem motorsport. Mereka adalah pihak pertama yang merespons ketika insiden terjadi dan menjadi mata bagi direktur balapan di setiap tikungan sirkuit.

Keberhasilan mengerahkan ratusan tenaga lokal untuk mengisi posisi krusial ini mencerminkan transformasi besar dalam kapasitas profesionalisme masyarakat NTB yang kini tak lagi sekedar menjadi penonton di rumah sendiri.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menegaskan bahwa dominasi tenaga kerja lokal ini adalah bukti sahih dari kesiapan Indonesia sebagai kiblat baru otomotif Asia yang telah memenuhi standar keselamatan serta operasional balap internasional.

“Seluruh marshal telah melalui proses rekrutmen, pelatihan, dan keterlibatan di berbagai event sebelumnya, sehingga mampu menjalankan peran krusial secara profesional,” ujarnya mengutip keterangan resminya, Sabtu (4/4/2026).

“Keikutsertaan 200 marshal lokal NTB dalam GT World Challenge Asia 2026 menegaskan bahwa Sirkuit Mandalika tidak hanya siap sebagai tuan rumah dari sisi fasilitas, tetapi juga didukung sumber daya manusia yang kompeten, terlatih, dan berpengalaman,” tambahnya.

Langkah ini bukan sekadar strategi operasional untuk satu musim balap, melainkan bagian dari visi besar untuk menciptakan keberlanjutan ekonomi dan pengetahuan di sektor olahraga otomotif nasional.

“Investasi pada manusia adalah investasi jangka panjang yang akan membuat nama Mandalika tetap relevan dalam peta dunia. Kami ingin Sirkuit Mandalika juga sebagai pusat pengembangan SDM motorsport yang berdaya saing global,” paparnya.

Kendati demikian, dengan sistem kerja yang sangat terstruktur, keterlibatan penuh talenta lokal ini memperkuat posisi kawasan The Mandalika sebagai destinasi unggulan yang mandiri secara teknis.

GT World Challenge Asia 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang pertama menyentuh garis finis, melainkan tentang warisan berupa peningkatan kualitas manusia Indonesia yang kini mampu berdiri sejajar dengan teknisi balap internasional lainnya.