Mobilinanews (Spanyol) - Seri putaran keempat MotoGP 2026 yang diselenggarakan di Sirkuit Jerez, Spanyol akhir pekan kemarin, menjadi saksi bisu kebangkitan total tim balap Pertamina Enduro VR46 Racing.
Tim besutan Valentino Rossi ini berhasil membuktikan bahwa performa kompetitif mereka bukanlah sekadar keberuntungan sesaat, melainkan hasil dari konsistensi yang solid di atas aspal kering Andalusia.
Fabio Di Giannantonio menjadi bintang utama dengan mengamankan podium ketiga yang krusial, sebuah hasil yang tidak hanya menambah koleksi trofi musim ini, tetapi juga melambungkan posisinya ke peringkat tiga klasemen sementara MotoGP 2026.
Balapan dimulai dengan drama bagi pembalap yang akrab disapa Diggia tersebut. Memulai start dari barisan depan, ia sempat terjepit dan kehilangan beberapa posisi di tikungan-tikungan awal yang krusial.
Namun, pembalap asal Italia ini menunjukkan mentalitas baja dengan segera menemukan ritme balap yang luar biasa. Diggia secara sistematis merangkak naik dan mempertahankan kecepatan yang konsisten sepanjang 25 laps hingga menyentuh garis finis di posisi ketiga.

Dengan tambahan poin ini, ia kini mengantongi 71 poin dalam persaingan perebutan gelar juara dunia. Meski merayakan keberhasilan naik podium, Diggia tetap menyimpan ambisi yang lebih besar.
Rider bernomor star #49 itu mengakui ada sedikit kekecewaan terkait momen start yang kurang sempurna, namun ia sangat mengapresiasi dedikasi tim yang telah bekerja keras selama berbulan-bulan.
“Saya sangat senang dengan level yang kami tunjukkan saat ini. Tentu saja, ini podium yang luar biasa dan kami harus sangat bahagia. Kami juga berada di posisi tiga besar klasemen dunia dan itu hebat,” ucapnya mengutip keterangannya, Selasa (28/4/2026).
“Saya hanya sedikit kecewa karena membuat kesalahan saat start, tim telah bekerja luar biasa sepanjang akhir pekan ini, namun kesalahan kecil tersebut menghalangi kami. Kami merasa bisa meraih hasil lebih jika tanpa kesalahan itu,” terang Diggia.
Pembalap berusia 27 tahun itu juga menambahkan bahwa meski berada di posisi tiga besar klasemen dunia adalah pencapaian hebat, tim harus tetap rendah hati karena musim balap MotoGP 2026 masih sangat panjang.

“Posisi ketiga rasanya tidak lagi cukup, tapi bagaimanapun juga ini adalah hasil yang luar biasa. Kami melakukan pekerjaan yang hebat; kami hanya harus tetap fokus dan tetap membumi. Musim masih sangat panjang, mari terus bekerja seperti ini,” tegasnya.
Di sisi lain garasi, Franco Morbidelli menunjukkan perjuangan yang tak kalah gigih. Setelah sukses meraih podium pada sesi Sprint sehari sebelumnya, pembalap blasteran Italia-Brasil ini harus menghadapi tantangan berat memulai balapan dari baris keenam.
Di sirkuit Jerez, Morbidelli berhasil melakukan serangkaian aksi salip-menyalip yang impresif untuk memperbaiki posisinya. Ia akhirnya finis di urutan ke-12, membawa pulang poin penting yang menempatkannya di posisi ke-13 klasemen dunia dengan total 25 poin.
Morbidelli mengungkapkan bahwa race day memang jauh lebih menantang dibandingkan Sprint. Tim mencoba berbagai ubahan teknis yang sayangnya tidak ada hasil sesuai ekspektasi, terutama terkait kendala cengkraman ban belakang yang masih menghantui.
“Balapan hari ini lebih berat, tapi saya sudah menduga hal itu. Kami mencoba beberapa perubahan yang tidak bekerja sesuai keinginan, meskipun tetap berguna untuk memahami cara menyelesaikan masalah kurangnya cengkraman ban belakang,” ungkapnya.

Keberhasilan ganda ini disambut dengan kepuasan mendalam oleh Pablo Nieto selaku Team Manager. Baginya, GP Spanyol adalah tolak ukur pertama di kalender Eropa untuk melihat peta kekuatan tim yang sebenarnya.
Nieto memuji ketangguhan Di Giannantonio yang tampil kuat di segala kondisi, termasuk saat lintasan basah yang sebelumnya menjadi titik lemah tim. Ia juga mengapresiasi kemajuan signifikan yang ditunjukkan oleh Morbidelli sejak awal musim.
“Kami terbukti sangat kuat bersama Di Giannantonio sepanjang akhir pekan dalam segala kondisi, bahkan di lintasan basah yang biasanya menjadi kesulitan kami. Podium kedua musim ini adalah hasil luar biasa untuk menutup akhir pekan balapan,” tuturnya.
“Kemarin, kami juga meraih posisi ketiga yang hebat bersama Franco dalam sesi Sprint dimana kami harus bermain cerdas. Kami masih harus terus berkembang, tetapi saya sangat senang dengan langkah maju yang kami buat bersamanya,” tambahnya.
Dengan demikian, perayaan tidak akan berlangsung lama karena tim harus segera beralih ke agenda tes resmi untuk terus menyempurnakan performa motor Desmosedici mereka demi mempertahankan momentum positif di seri-seri berikutnya.