F1 2026 Miami: Charles Leclerc dan Lando Norris Patahkan Dominasi Mercedes, George Russell Terheran-heran

Sabtu, 02/05/2026 09:45 WIB | Rulin purba
MCL40 besutan McLaren, mulai merangkak ke level atas kompetisi. (Foto: f1)
MCL40 besutan McLaren, mulai merangkak ke level atas kompetisi. (Foto: f1)

mobilinanews (AS) - Lima minggu libur kompetisi ternyata cukup waktu untuk tim Ferrari dan McLaren membangun 'mobil baru'. Kedua tim ini sukses menggerus dominasi Mercedes sejak awal kompetisi.

Kejutan pertama diberikan Charles Leclerc (Ferrari) dalam sesi satu-satunya latihan pekan ini pada Jumat tengah malam waktu lokal atau Sabtu (2/6) dinihari WIB. Tampil dengan sayap Macarena di buritannya SF26, Leclerc menjadi pembalap tercepat.

Berikutnya Lando Norris (McLaren) yang bikin kubu Mercedes terheran-heran. Datang dengan seabrek modifikasi di ranah aerodinamika, MCL40 bermesin Mercedes milik Norris mencetak pole position untuk balap pendek sprint race pada Sabtu ini waktu lokal.

Ini kali pertama Mercedes gagal meraih pole sepanjang awal musim 2026. Seluruh pole dan race di GP Austrlia, China dan Jepang diborong Mercedes lewat duet solid Kimi Antonell dan George Russell. Keduanya pun memimpin urutan 1-2 di klasemen sementara.

Sungguh menarik mencermati urutan start pada sprint nanti dengan pertanyaan apakah tren kemenangan Mercedes bakal putus? Lantas siapa pemutusnya?

Durasi balap pendek ini hanya berjarak 19 laps tanpa pitstop. Karena itu prosesi start dan perebutan posisi depan langsung panas dari detik pertama. Row 1 dihuni Norris dan Antonelli. Baris 2 diisi Oscar Piastri dan Leclerc, sementara Max Verstappen (Red Bull) dan Russell mengintai dari row 3.

Mengingat semuanya pemain agresif maka bisa dibayangkan bagaimana rumit dan menariknya manuver setiap pembalap di awal laga. Fans berharap saja tak ada insiden yang pastinya mempengaruhi hasil akhir.

Namun jika awal balapan berlangsung mulus tanpa insiden maka peluang Norris dan Antonelli pastinya lebih cerah menjadi pemenang. Terlebih karena Antonelli hanya kalah 0,2  detik di kualifikasi.

Yang bikin panas adalah Leclerc. Pembalap tim Kuda Jingkrak ini benar-benar menjadi kuda hitam di Miami. Tercepat di latihan, Leclerc hanya kalah 0,010 detik dengan Norris di SQ1. Pada SQ2 gantian dia yang mengalahkan Piastri dengan marjin 0 173 detik dan mengepruk Norris dengan gap 1,033 detik di posisi tercepat ke-7. Kedua sesi ini pembalap pakai ban berkompon medium. 

Tapi di SQ3 kala semua driver wajib pakai ban berkompon lembut (soft), Norris kembali ke puncak. Menempatkan Antonelli, Piastri dan Leclerc ke posisi 2, 3 dan 4.

Artinya Leclerc masih punya kans melejit di sesi balapan nanti, apalagi race pace-nya di sesi latihan terbilang sangat bagus.

"Sementara ini saya sangat puas dengan program pengembangan mobil. Masih terbuka kesempatan meraih hasil terbaik dalam sprint. PR tersisa hanyalah pertanyaan mengapa kecepatan kami justru lemah saat gunakan ban soft sementara pakai medium sebaliknya," ucap Leclerc yang akan start dari belakang Antonelli.

Norris sendiri mengaku belum tahu apa yang ia harapkan pada balapan nanti. Belum yakin dengan potensinya menjadi pemenang sebelum terjun langsung di lintasan. Tiga lawan di belakangnya jelas jadi ancaman serius sejak start hingga finish sepanjang 19 laps.

"Yang pasti saya sangat senang dengan perubahan teknis yang dilakukan tim. Itu sangat penting," katanya. 

Yang terheran-heran adalah Russell. Ia sudah menduga Ferrari dan McLaren bakal semakin kencang di Miami dengan modifikasi mobil masing-masing sementara Mercedes cenderung untuk mempertahankan karakter W17 sebagai the winning car yang tak perlu banyak dioprek lagi.

"Tadinya kami memprediksi mereka hanya akan memperpendek jarak, tapi faktanya mereka mengalahkan kami. Kami harus memahami apa yang mereka lakukan, mengingatkan kami tak terlena dengan hasil sebelumnya."