Mobilinanews (Lombok) - Gemuruh mesin mobil GT3 memecah keheningan pesisir Lombok saat Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi saksi ketangguhan para pembalap kelas dunia dalam ajang GT World Challenge Asia (GTWCA) 2026.
Dalam balapan pertama yang berlangsung sengit pada Sabtu, 2 Mei 2026, bintang balap Indonesia, Sean Gelael, berhasil menunjukkan kelasnya dengan mengamankan podium di hadapan pendukungnya sendiri.
Bertarung di bawah terik matahari yang ekstrem, Sean yang memperkuat tim Garage 75 sukses menyentuh garis finis di posisi ketiga secara keseluruhan (Overall) sekaligus mengamankan podium kedua yang prestisius di kategori Silver.


Sean Gelael Raih Podium Ganda di Race 1 (Foto: GTWCA)
Memulai balapan dari posisi terdepan setelah tampil dominan di sesi kualifikasi, Sean Gelael yang mengendarai Ferrari 296 GT3 sempat memimpin jalannya lomba dengan ritme yang sangat stabil.
Namun, tantangan besar muncul ketika periode pit stop untuk pergantian pembalap dan pengisian bahan bakar. Sebagai pembalap yang turun secara solo, Sean harus menghadapi regulasi kompensasi waktu yang membuatnya kehilangan posisi saat kembali ke lintasan.
Ditambah lagi, kehadiran Safety Car di pertengahan lomba sempat mengganggu strategi tim untuk memperlebar jarak, sehingga ia harus berjuang ekstra keras mempertahankan posisinya dari kepungan pembalap kelas Pro-Am.
Meski gagal mempertahankan kemenangan absolut karena faktor strategi dan regulasi, pencapaian Sean tetap menjadi catatan emas. Ia finis tepat di belakang pembalap asal China, Yu Kuai sebagai pemenang pertama, dan Jaxon Evans di posisi kedua.


Pembalap Indonesia, Andres Sato di Audi Sport Asia Team Phantom kelas Pro-Am (Foto: GTWCA)
Keberhasilan Sean meraih podium ganda ini membuktikan bahwa ia tetap menjadi salah satu pembalap GT paling kompetitif di Asia, terutama dalam hal manajemen ban di suhu lintasan Mandalika yang mencapai angka 50 derajat Celsius.
Selain Sean Gelael, kebahagiaan publik tuan rumah semakin lengkap dengan penampilan gemilang para pembalap Indonesia lainnya yang turut bersaing di barisan depan meski berbeda-beda kelas atau kategori
Andres Sato, yang berpasangan dengan Jaxon Evans di Audi Sport Asia Team Phantom, berhasil mengamankan posisi kedua overall dan posisi pertama Pro-Am. Kolaborasi apik mereka menunjukkan sinergi luar biasa antara talenta lokal dan pembalap internasional.
Sementara, di kelas Am, Setiawan Santoso yang memacu Mercedes-AMG GT3 Evo bersama tim Climax Racing juga memberikan performa yang solid dengan berhasil finis di posisi kedua di kelasnya.


Pembalap Indonesia, Setiawan Santoso di Tim Climax Racing kelas AM (Foto: GTWCA)
Hasil di Race 1 ini menjadi modal yang sangat berharga bagi Sean Gelael dan para pembalap Indonesia lainnya untuk menatap Race 2 yang diprediksi akan berlangsung jauh lebih menantang pada Minggu besok.
Dengan dukungan penuh dari para penggemar yang memadati tribun sirkuit, Sean dkk optimis dapat memperbaiki catatan waktunya dan kembali membidik podium tertinggi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Kendati demikian, prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga semakin mengukuhkan Sirkuit Mandalika sebagai salah satu destinasi balap mobil sport terbaik di kawasan Asia Pasifik.