mobilinanews (Jakarta) – Setelah sempat menarik diri dari produksi lokal di Tiongkok dua tahun silam, grup otomotif raksasa Stellantis resmi mengumumkan langkah strategis untuk kembali memanaskan persaingan di pasar mobil listrik (NEV) global melalui kolaborasi dengan Dongfeng Group.
Pada 15 Mei kemarin, kedua perusahaan menandatangani perjanjian kerja sama yang menunjuk pabrik di Wuhan sebagai basis produksi masa depan. Langkah ini bukan sekadar upaya kembali ke pasar Tiongkok, melainkan strategi efisiensi biaya produksi dengan memanfaatkan ekosistem teknologi kendaraan listrik Tiongkok yang sangat maju.
Salah satu poin paling menarik dalam kesepakatan ini adalah rencana produksi dua model Jeep NEV off-road baru. Berbeda dengan strategi sebelumnya, unit Jeep hasil kerja sama dengan Dongfeng Peugeot Citroën Automobile (DPCA) ini nantinya akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan ekspor global.
Ini menandai babak baru bagi Jeep setelah pembubaran joint venture GAC-Stellantis pada 2022. Dengan menggandeng Dongfeng, Stellantis diprediksi akan mengintegrasikan ketangguhan khas Jeep dengan platform teknologi lokal Tiongkok guna menekan biaya riset dan pengembangan.
Selain Jeep, merek asal Prancis, Peugeot, juga mendapatkan panggung utama. Dua model NEV baru Peugeot akan diproduksi di Wuhan untuk menyasar dua target sekaligus: pasar domestik Tiongkok dan ekspor internasional.
Basis desain kemungkinan besar akan merujuk pada mobil konsep listrik Peugeot Concept 6 dan Concept 8 yang sempat mencuri perhatian di Beijing Auto Show 2026 lalu. General Manager DPCA, Lu Haitao, menegaskan visi perusahaan melalui strategi "China production, global sales", yang memposisikan Tiongkok sebagai pusat manufaktur global bagi merek-merek Eropa.
Langkah Stellantis ini mempertegas tren besar di industri otomotif saat ini. Produsen global tidak lagi hanya sekadar berjualan di Tiongkok, tetapi aktif "meminjam" teknologi lokal untuk mempercepat transisi energi baru mereka.
Sebagai perbandingan, tren ini juga dilakukan oleh pabrikan lain:
Jaguar Land Rover & Chery: Baru saja memperkenalkan SUV Freelander 8 yang mengusung teknologi bantuan berkendara Huawei ADS 5 dan sistem pengisian kilat CATL 6C.
Stellantis & Leapmotor: Selain dengan Dongfeng, Stellantis telah memegang 21% saham Leapmotor untuk memperkuat lini EV mereka di pasar Eropa.
Hingga saat ini, Stellantis belum merinci detail spesifikasi teknis, pemasok baterai, maupun platform spesifik yang akan digunakan. Namun, dengan target produksi mulai tahun 2027, para penggemar otomotif dapat mengharapkan kehadiran SUV Jeep listrik dengan kemampuan off-road yang tetap gahar namun lebih efisien secara biaya dan teknologi.
Bagi konsumen di pasar global, kolaborasi ini menjanjikan akses terhadap teknologi EV mutakhir Tiongkok yang dibalut dengan prestise dan standar keamanan merek legendaris seperti Jeep dan Peugeot.