mobilinanews (Jakarta) - Lanskap SUV premium global kembali memanas. Setelah sempat menjadi perbincangan hangat sejak pengenalan mereknya pada Maret lalu, Freelander 8 First Edition akhirnya resmi melakukan debut fisik perdananya di China. Melansir laporan dari Autohome, SUV off-road mewah ini merupakan buah kerja sama strategis antara raksasa otomotif China, Chery, dan pabrikan legendaris asal Inggris, Jaguar Land Rover (JLR).
Kehadiran Freelander 8 menandai babak baru dalam evolusi kendaraan all-terrain yang memadukan ketangguhan mekanis Eropa dengan lompatan teknologi digital Asia.
Tidak seperti SUV konvensional, Freelander 8 First Edition dibangun di atas platform baru yang dirancang khusus untuk mengakomodasi sistem penggerak listrik modern dengan fleksibilitas tinggi. Kendaraan ini mengadopsi sistem Extended Range Electric Vehicle (EREV) bertegangan tinggi 800V.
Baterai: Kapasitas 60,331 kWh hasil pengembangan bersama CATL.
Jarak Tempuh Elektrik: Mampu melaju hingga 221 km dalam mode listrik murni (pure electric) sebelum mesin extender aktif.
Mesin Generator: Dibekali mesin bensin 1.5 liter Turbo dengan output 115 kW yang berfungsi murni sebagai penyedia daya baterai, bukan penggerak roda langsung.
Kemampuan Charging: Mendukung pengisian super cepat 6C dengan daya puncak hingga 350 kW. Sistem ini diklaim memiliki manajemen termal canggih yang menjaga efisiensi suhu baterai tetap optimal selama fast charging.
Menyandang DNA penjelajah, Freelander 8 tidak main-main di sektor kaki-kaki dan sistem penggerak. SUV ini dipersenjatai dengan sistem i-ATS (Intelligent All-Terrain System) yang komputasinya telah disempurnakan melalui perangkat lunak dari raksasa teknologi Huawei.
Untuk menaklukkan medan ekstrem, kendaraan ini mengandalkan konfigurasi tiga pengunci diferensial (triple locks):
Depan: Pengunci mekanis (mechanical lock).
Belakang: Electronic Limited-Slip Differential (e-LSD).
Tengah: Virtual Center Lock.
Kenyamanan dan kapabilitas off-road semakin disempurnakan berkat penyematan suspensi udara dual-chamber tertutup. Sistem suspensi adaptif ini secara otomatis menyesuaikan tingkat redaman (damping) serta ketinggian ground clearance secara real-time berdasarkan kontur jalan yang dilewati.
Beralih ke sektor kokpit dan kecerdasan buatan, Freelander 8 First Edition mengadopsi arsitektur kontrol terpusat yang ditenagai oleh chipset kelas atas Qualcomm Snapdragon 8397 untuk menjamin kelancaran infotainment dan pemrosesan data kendaraan.
Bagi konsumen yang melek teknologi, Chery dan JLR memberikan paket sensor kasta tertinggi. Seluruh varian yang dipasarkan—mulai dari tipe Pro, Max, hingga Max+—telah dilengkapi dengan sensor LiDAR 896-line yang bertengger di area atap depan.
Guna mengesekusi data dari LiDAR tersebut, Freelander 8 mengintegrasikan sistem bantuan berkendara cerdas Huawei Qiankun ADS 5. Kombinasi ini memberikan kemampuan persepsi lingkungan sekitar dengan akurasi sangat tinggi, sekaligus mendukung fitur keselamatan aktif dan bantuan mengemudi otonom tingkat lanjut (advanced driving assistance system).
Kehadiran Freelander 8 First Edition mempertegas tren baru di pasar otomotif premium, di mana ketangguhan melibas medan berat kini wajib bersanding dengan efisiensi elektrifikasi dan kecerdasan buatan. Model ini diproyeksikan akan menjadi penantang serius di segmen SUV mewah global.
Sebelum anda keluar, cari tahu dulu :