Mobilinanews (Ceko) - Sesi latihan (Practice) seri putaran kesembilan Moto3 2026 yang berlangsung di Sirkuit Automotodrom Brno, Ceko pada Jumat, (19/6/2026) menghadirkan dinamika yang luar biasa.
Sorotan tajam tertuju pada rivalitas talenta muda Asia Tenggara, di mana pembalap asal Malaysia, Hakim Danish, tampil sangat dominan.
Setelah sebelumnya sukses mengamankan posisi teratas pada sesi FP1, pembalap dari tim AEON Credit - MT Helmets - MSI ini kembali menobatkan dirinya sebagai yang tercepat dalam sesi Practice dengan catatan waktu fantastis 2 menit 04,754 detik.
Hasil impresif pada lap ke-12 tersebut sekaligus memecahkan All-Time Lap Record di Brno dan memastikan langkah Danish melenggang mulus ke kualifikasi kedua (Q2) secara langsung esok hari.

Kondisi berbeda justru harus dihadapi oleh pembalap andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Mengendarai motor Honda dari Honda Team Asia, pembalap kelahiran Gunung Kidul ini harus puas menyudahi sesi di urutan ke-15.
Veda mencatatkan waktu terbaiknya yaitu 2 menit 05,911 detik yang diraihnya pada lap ke-11 dari total 14 lap yang dijalani.
Dengan selisih jarak 1,157 detik dari Danish yang berada di puncak, posisi ke-15 ini membuat Veda tampaknya harus rela berjuang keras terlebih dahulu melalui babak kualifikasi pertama (Q1) demi memperebutkan tiket menuju Q2.
Menariknya, jika melihat data performa di lintasan lurus, jet darat roda dua milik Veda Pratama sebenarnya memiliki keunggulan dalam hal kecepatan puncak dibandingkan dengan sang rival utama.
Berdasarkan pencatatan top speed, motor Honda milik Veda mampu menembus kecepatan hingga 226,8 km/jam dengan rata-rata lima kecepatan tertinggi berada di angka 225,8 km/jam.

Sebaliknya, KTM milik Hakim Danish justru mencatatkan top speed terendah di antara seluruh pembalap, yakni hanya menyentuh 223,6 km/jam dengan rata-rata 222,0 km/jam.
Hal ini menunjukkan bahwa Danish dan timnya berhasil menemukan setelan motor yang luar biasa efisien di sektor-sektor tikungan Brno, sehingga mampu mengompensasi kekurangan top speed mereka dan menciptakan keunggulan waktu yang masif.
Di sisi lain, kegigihan Veda Pratama sepanjang sesi juga tetap patut diacungi jempol. Meskipun tipis berada di luar zona aman lolos langsung Q2, hanya terpaut 0,012 detik dari Guido Pini di posisi ke-14 kesempatan Veda masih terbuka lebar.
Sesi Q1 akan menjadi pembuktian bagi pembalap bernomor motor 9 ini untuk memaksimalkan potensi top speed Honda miliknya dan merangsek ke barisan depan pada balapan utama di Ceko.
Sebelum anda keluar, cari tahu dulu :