mobilinanews (Belanda) - Istimewa. Kalau biasanya kontrak pembalap hanya per dua tahun, Aprilia justru merekrut Francesco Bagnaia dari Ducati dengan kontrak jangka panjang, 4 tahun. Mulai 2027 sampai 2031.
Dari semua pembalap regular MotoGP saat ini baru Bagnaia yang punya kontrak hingga tahun 2030-an. Pasangan baru Ducati, Marc Marquez dan Pedro Acosta, masing-masing dikontrak dengan durasi 2 tahun.
Tapi bukan itu yang menarik dari keberadaan Bagnaia di tim pabrikan Italia, Aprilia. Ini tim yang tahun depan full Italia, yakni pabrikan Italia dengan dua rider Italia, Marco Bezzecchi dan Bagnia. Di pihak.lawan, pabrikan Italia, Ducati, diisi dua joki asal Spanyol.petinggi
Berdasarkan tes mesin 850cc dan ban Pirelli di Bro lalu ada bocoran best lap yang menyebut Bezzecchi tercepat dengan keunggulan hanya 0,1 detik dengan Ducati yang dipiloti Fermin Aldeguer (joki Gresini yang tahun depan di tim VR46). Artinya, Aprilia dan Ducati diprediksi masih berada dalam pertarungan sengit di baris depan.
Lebih spesifik lagi, Bezzecchi dan Bagnaia bukan sekadar pembalap Italia, tetapi keduanya adalah anak didik Valentino Rossi di Akademi VR46.
Tentu saja menarik mengaitkan mereka berdua dalam memberi perlawanan terhadap Marquez dan Acosta tahun depan. Terlebih karena juara dunia bertahan itu adalah musuh Rossi, musuh anak-anak VR46 dan musuh para penggemar fanatik Rossi di seluruh dunia, terlebih Italia.
Dalam perbincangan dengan media di sela persiapan GP Belanda pada Kamis (24/6) Bagnaia sama sekali tak menyinggung Ducati dan Marquez. Tapi, ia mengakui sangat senang berada di tim Italia bersama pembalap Italia yang juga sahabat karibnya.
"Dengan tim sepenuhnya Italia, saya kira tim ini akan bisa melahirkan prestasi luar biasa.Sudah sejak tahun lalu saya tertarik ke Aprilia. Saat tes pra musim Buriram sudah ada kesepakatan," aku Bagnaia yang menyimpan rapat rahasia itu sampai saat ia bercerita.
Sebagai sahabat, katanya, ia dan Bezzecchi bisa sepenuhnya bekerjasama membangun tim tanpa rivalitas pribadi yang negatif.
Sebaliknya di Ducati. Meski sama-sama Spanyol, tipikal Marquez dan Acosta ada miripnya. Sama-sama agresif, cenderung egois dan sama-sama ambisius.
Hal-hal seperti itulah yang diperkirakan menjadi warna kompetisi tahun depan dengan regulasi teknis yang sama-sama baru buat semuanya. Maka sepertinya fans bisa berharap kompetisi tahun depan lebih gemerlap. (r)
Sebelum anda keluar, cari tahu dulu :