Ducati MX Team Indonesia Tebar Teror di Sesi Kualifikasi Kejurnas Motocross 2026 Seri Ke-4

Minggu, 28/06/2026 14:07 WIB | bagas
Diva Ismayana #26 dan Hilman Maksum #24 - Ducati MX Team Indonesia (Foto: Ducati Indonesia)
Diva Ismayana #26 dan Hilman Maksum #24 - Ducati MX Team Indonesia (Foto: Ducati Indonesia)

Mobilinanews (Bekasi) - Deru mesin dan tanah yang berterbangan di Sirkuit Grand Wisata, Bekasi, Jawa Barat menjadi saksi sengitnya pembuka seri ke-4 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross 2026.

Tim pabrikan Ducati MX Team Indonesia langsung tancap gas dan menebar ancaman nyata di kelas para raja, MX1, lewat penampilan gemilang dua crosser andalan mereka, Diva Ismayana dan Hilman Maksum.

Sejak bendera start sesi kualifikasi dikibarkan, tensi tinggi langsung tersaji di lintasan. Diva Ismayana terlibat duel waktu yang sangat ketat dengan rival beratnya, Delvintor Alfarizi. Keduanya saling asah kecepatan demi mencatatkan waktu tercepat.

Hingga masa kualifikasi usai, Diva harus puas menempati peringkat kedua setelah mencatatkan waktu terbaiknya 1 menit 27,585 detik. Catatan tersebut hanya berselisih tipis, yakni 0,462 detik, dari Delvintor yang merebut posisi start terdepan.

Ketegangan berlanjut ke sesi Qualifying Race. Bertindak sebagai penantang di rumah Delvintor, yang merupakan crosser asli Bekasi, Diva langsung memberi tekanan psikologis yang luar biasa, bahkan sempat nyaris terjungkal dan kehilangan kendali atas motornya.

Diva Ismayana #26 dan Hilman Maksum #24 - Ducati MX Team Indonesia (Foto: Ducati Indonesia)

Insiden kecil tersebut sempat membuat gap waktu kembali menjauh. Namun, berkat ketenangan dan kematangan strateginya, Diva berhasil mengamankan podium kedua hingga menyentuh garis finis.

“Persaingan hari ini benar-benar ketat. Delvintor tampil sangat cepat, apalagi ini adalah kandangnya, jadi tentu motivasinya juga sangat besar," ungkap Diva, mengutip keterangannya, Sabtu (27/6/2026).

Ia menambahkan bahwa dirinya mencoba untuk tetap mengontrol emosi di atas lintasan. “Dari sisi mental saya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi tekanan seperti ini. Saya tetap fokus dan tidak ingin terbawa emosi saat mengejar,” tuturnya.

“Memang sempat hampir terjatuh, tapi saya memilih bermain aman dan mengamankan posisi kedua. Besok masih ada dua race dan saya akan memberikan yang terbaik untuk bisa bersaing memperebutkan kemenangan,” pungkas Diva dengan optimis.

Kisah perjuangan tak kalah seru datang dari rekan setimnya, Hilman Maksum, yang memperlihatkan konsistensi tinggi di peringkat keempat. Pada sesi kualifikasi, ia terlibat aksi saling geser posisi yang sengit dengan Farhan Hendro demi mengamankan zona tiga besar.

Hilman akhirnya mengunci posisi keempat dengan waktu 1 menit 30,772 detik, terpaut tipis 0,236 detik dari Farhan. Namun, ujian berat kembali mendatanginya saat Qualifying Race, di mana ia sempat terjebak di tengah kepadatan rombongan pembalap pasca-start.

Beruntung, kemampuannya dalam menjaga ritme motor Ducati Desmo450 MX miliknya dan kecerdikannya mencari celah overtake membuahkan hasil manis, memungkinkannya merangsek kembali ke posisi keempat.

“Start saya di Qualifying Race sudah baik, Namun, setelah start saya sempat tertinggal. Setelah itu saya berusaha tetap tenang, menjaga ritme, dan mencari celah untuk menyalip rider di depan,” tutur Hilman mengevaluasi penampilannya.

Meski belum mencapai ekspektasi utamanya, ia tetap menaruh harapan besar pada race utama. “Posisi keempat memang belum sesuai target, tetapi saya optimistis bisa tampil lebih kompetitif dan berjuang untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal,” tegasnya.

Di luar persaingan panas kelas utama, paddock Grand Wisata juga dikejutkan oleh kehadiran bintang tamu asal Malaysia, Fikri Aziz yang turun di kelas MX Executive A dan mendapatkan kesempatan untuk mencicipi performa motor Ducati Desmo450 MX.

Baru pertama kali memuntahkan tenaga motor tersebut di sirkuit tanah Indonesia, Fikri diklaim langsung dibuat jatuh cinta oleh kombinasi mekanis yang ditawarkan oleh pabrikan Borgo Panigale tersebut.

Crosser Malaysia, Fikri Aziz #118 (Foto: Ducati Indonesia)

"Ini pertama kalinya saya mencoba motor Ducati di sini. Jadi, kesan pertama yang saya rasakan, motor ini enak banget! Berbeda dengan motor yang saya gunakan berkompetisi di Malaysia," kata Fikri dengan nada kagum.

Menurutnya, sektor sasis dan dapur pacu motor ini memiliki keunggulan yang sangat mencolok. "Perbedaannya terletak di handling-nya yang lebih enteng dan power-nya juga lebih mumpuni. Di Malaysia, belum ada Desmo450 MX,” tuturnya.

“Mungkin karena minat dan industri balap motocross di Malaysia berbeda dengan di Indonesia. Begitu tahu motor ini bisa dicoba di Indonesia, saya tidak mau melewatkan kesempatan ini. Pas dicoba itu... Wah, rasanya kayak harus punya satu nih!,” serunya.

Kendati demikian, rangkaian hasil impresif seri ke-4 Kejurnas Motocross 2026 pada hari Sabtu ini menjadi modal krusial bagi kubu Ducati MX Team Indonesia demi menghadapi dua balapan utama (Race 1 dan Race 2).

Dengan posisi start yang ideal di barisan depan, peluang Diva untuk merebut podium tertinggi terbuka lebar, sementara konsistensi Hilman diprediksi akan menjadi kunci penting dalam mendulang poin demi mengamankan posisi di klasemen nasional.