mobilinanews (Belgia) - Setelah Max Verstappen dan Fernando Alonso kini beberapa pembalap mengeluhkan penggunaan tenaga listrik dan pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE).masing-masing 50% pada mobil F1.
Verstappen sejak awal musim terbilang vokal dan konsisten dengan penilaiannya bahwa regulasi tahun ini membuatnya merasa mengemudikan mobil spek Formula E (elektrik). Performa mobil sangat ditentukan oleh kepiawaian pembalap memenej pengisian ulang pada batere mobil selama balapan. Hal sama ditekankan Alonso.
"Pembalap tak lagi menggunakan talenta dan skill alaminya saat balapan. Saya sama sekali tak menikmatinya," ucap Verstappen di awal musim dan sempat mengancam mundur dari F1 jika ia tetap tak merasa enjoy dengan regulasi baru itu.
Pada GP.Belgia, Minggu (19/7) lalu, giliran George Russell (Mercedes) yang menyalahkan batere mobilnya sebagai penyebab awalnya gagal mencapai finish setelah bersenggolan dengan Lewis Hamilton. Ia menyebut daya baterenya berkurang 30 sampai 40% saat masuk trek lurus dan habis di ujung lintasan.
"Kecepatannya lebuh lambat dari mobil F2," katanya.
Hal sama dialami prmbalap muda Olivier Bearman (Haas Ferrari) yang juga menyebut laju mobilnya macam F2 karena masalah pada batere.
Pembalap asal Inggris itu finis di posisi ke-14 pada hari Minggu lalu. Ia menjelaskan berbagai pabrikan unit daya menggunakan baterai mereka dengan cara yang berbeda dan karena itu upaya menyalip menjadi sangat sulit dilakukan.
"Situasinya sulit, terutama saat menghadapi unit daya Mercedes karena cara kami menggunakan tenaga batere sangat berbeda. Sangat sulit mendekat dan melakukan manuver menyalip. Saat melawan Alex (Albon - Williams Mercedes) kecepatan saya sebenarnya cukup baik, tetapi saya tidak bisa menyalip dengan mudah karena mereka memiliki tenaga lebih besar di titik-titik yang berbeda dibandingkan kami," katanya.
"Memang sulit karena kami lebih banyak mengandalkan mesin pembakaran internal (ICE) saja; dan itu berarti tenaga yang kita miliki lebih kecil dibandingkan mobil F2. Ini tentu tidak menyenangkan, namun begitulah kenyataan yang harus kita hadapi."
Kritik.pedas juga datang dari Oscar Piastri (McLaren) yang tahun lalu tarung berebut gelar juara sampai akhir musim (dan kalah dengan rekan satu timnya, Lando Norris) dan kini terlempar ke papan tengah kejuaraan. Ia membuka borok lain regulasi baru ini, yakni penentuan posisi start di sesi kualifikasi yang ditentukan oleh setelan komputer, bukan kekerabatan prmbalap semata di kokpit mobil.
Ia mengaku muak dengan penentuan posisi start F1 2026 yang bergantung pada bener tidaknya setelan pada komputer.
"Menyebalkan. Saya tidak bisa menyebutnya dengan kata lain selain itu. Saya bukan satu-satunya yang mengeluhkan hal ini. Saya tahu George [Russell] mengalami banyak masalah terkait hal itu akhir pekan ini dan mungkin juga pada beberapa balapan sebelumnya; saat berbicara dengan pembalap lain, situasinya pun serupa," katanya.
"Ketika posisi start ditentukan oleh komputer yang bekerja dengan benar atau bermasalah, itu adalah cara yang sangat buruk untuk menjalani balapan," tambah pembalap asal Australia tersebut dikutip dari beberapa media Eropa.
Verstappen sendiri kabarnya sudah bicara langsung dengan FIA soal regulasi ini. Tinggal tunggu apakah ada perubahan pada tahun depan. (*)