mobilinanews (Hungaria) - Jelang seri balap F1 GP Hungaria di Sirkuit Hungaroring pekan ini, nama mantan Team Principal Red Bull Racing Christian Horner kembali jadi sorotan. Ia lagi-lagi dikaitkan dengan tim kaya Aston Martin.
Isu tersebut sebenarnya sudah bergulir sejak GP Knggris lalu di Silverstone. Horner hadir di sirkuit. Padahal sejak keluar dari Red Bull pertengahan 2025 lalu ia nyaris tak bersentuhan langsung lagi dengan F1.
Isu bergulir kencang karena Horner dikabarkan akan reuni dengan Adrian Newey di Aston Martin, menempati posisi senior di manajemen. Duet yang diperkirakan akan jadi kekuatan baru Aston Martin. Kolaborasi mereka berdua di Red Bull membuahkan 8 gelar pembalap masing-masing 4 oleh Sebastian Vettel dan Max Verstappen plus 6 gelar konstruktor.
Namun isu itu segera dibantah Newey, desainer kondang dengan karya mobil yang menghasilkan banyak gelar pembalap maupun konstruktor.
"Ya, saya mendengar isu tentang Christian. Saya tak busa banyak komentar. Saya benar-benar tak tahu soal itu. Yang bisa saya katakan adalah kami semua happy dengan para pejabat senior tim kami," kata Newey saat jumpa pers untuk prinsipal tim di GP Hungaria.
Ucapan Newey tak meredam isu. Soalnya, belakangan pergeseran posisi di level atas tim beberapa kali terjadi. Bahkan Newey pun merangkap urusan teknis dengan job sebagai principal tim yang sebelumnya tak pernah ia lakoni.
Saat berada di Silverstone lalu, Horner pun menampik berita ia akan mendarat di Aston Martin.
"Aston Martin adalah brand Inggris yang besar. Sedih melihat mereka kesulitan saat ini. Tapi, saya datang ke sini sebagai penonton, sebagai fans F1," ujar Horner kepada SkySport.
Ia.menyebut sangat menikmati waktu yang ia miliki saat ini setelah 20 tahun nonstop bersama Red Bull.
"Selalu ada isu. Sebelumnya saya dikaitkan dengan Alpine, sekarang Aston Martin, berikutnya entah apalagi," cetusnya menyebut tim Alpine dimana ia sempat dikabarkan akan masuk sebagai salah satu pemilik.
Selain dua tim eksis itu, Horner juga sempat dikabarkan akan membentuk tim ke-12 di F1 dengan menggandeng raksasa mobil China, BYD. Ia sudah sempat meeting dengan CEO BYD.
Itu tiga isu yang mengitari upaya kembalinya Horner ke ajang F1. Tapi, melihat fakta bahwa Aston Martin kini terpuruk di grid belakang F1 maka kedatangan Horner dan duet ulang dengan Newey menjadi sebuah kemungkaran besar. Terlebih karena team owner Lawrence Stroll sudah berinvestasi ratusan juta dolar untuk membangun tim dan fasilitas pendukungnya. Ia tentu rela mengeluarkan dana besar lagi untuk Horner, tak lain untuk menjadikan putra kesayangannya, Lance Stroll, bisa menapak ke level atas pembalap F1. (r)