mobilinanews (Hungaria) - Balap F1 kembali ke Sirkuit Sepang, Malaysia, setelah vakum sejak gelaran terakhir GP Malaysia pada 2017. Siapkan diri ke sana pada 2-4 Oktober!
GP Malaysia kembali masuk kalender F1?
Oh, tidak!
Balapan tahun ini hanya seri pengganti. Untuk mengisi jatah GP Bahrain dan nantinya tetap berlabel GP Bahrain tapi main di Sepang.
Seperti diketahui, GP Bahrain dan Arab Saudi batal terselenggara di awal musim kompetisi 2026 gara-gara perang Iran versus AS/Israel. Sampai sekarang perang itu masih berlangsung. Membuat dua seri akhir di Qatar dan Abu Dhabi juga penuh tanda tanya soal penyelengaraannya. Potensi batal juga terbuka.
FIA dan Manajemen F1 pusing, tentu saja. Kerugian besar di depan mata jika setidaknya 22 dari 24 seri balap F1 tidak terealisasi. Mereka harus ganti rugi kontrak kepada sponsor dan para pemegang hak siar televisi.
Itu sebabnya beberapa pekan terakhir FIA sibuk mencari sirkuit pengganti. Tak mudah karena selain jadwal yang terbatas juga karena faktor logistik yang tidak mudah.
Di sela-sela GP Hungaria saat ini, F1 sudah menetapkan satu seri yang ideal sebagai pengganti, yang di Sepang nanti. Jadwalnya diambil pada pekan antara GP Ajerbaijan dan Sungapura. Karena lokasi sirkuit bersebelahan dengan bandara Sepang maka itu dianggap akan memudahkan logistik dan arus keluar masuk komunitas F1.
Sudah disetujui FIA tapi secara resmi belum ditetapkan dan diperkirakan dalam satu dua hari ini sudah keluar pengumuman resmi.
Balapan F1 maupun MotoGP di Sepang secara rutin disambangi ribuan penonton dari Indonesia. Untuk GP Bahrain nanti di Sepang pun dipastikan penyelenggara akan menguncar penonton dari Indonesia.
Satu seri pengganti sudah dapat. Satu seri lain belum didapat tetapi sudah punya kandidat di benua Eropa. Yakni Imola di Italia, Istanbul Park di Turki dan Estoril di Portugal. Tiga-tiganya punya plus dan minus. Imola menjadi kandidat terkuat karena infrastruktur di Turki dan Portugal masih harus ditingkatkan sesuai standar FIA dan diragukan bisa selesai tepat waktu. (*)