monilinanews (Inggris) - Sprint race GP Inggris, Sabtu (8/8), benar-benar milik Aprilia. Untuk pertama kalinya tiga unit RS-GP finish 1-2-3 di ajang sprint race.
Start dari pole position, Jorge Martin sukses mencapai finish sebagai pemenang. Ia naik podium bersama AI Ogura (Trackhouse Aprilia) dan Marco Bezzecchi (Aprilia). Hasil ini sekaligus menjauhkan mereka dari kejaran Marc Marquez (Ducati) di jalur perebutan gelar 2026.
Martin dan Ogura memperkuat posisi di puncak klasemen dengan perolehan poin 220 dan 203.
Podium P3 dengan tambahan 7 poin, membuat Bezzecchi naik ke peringkat 3 klasemen dengan total poin 193. Ia menggusur Marquez yang finish P9 dengan tambahan hanya 1 poin. Namun Marquez masih dalam zona perebutan gelar karena berada di peringkat 4 klasemen sementara dengan tabungan 191 poin atau 2 angka di belakang Bezzecchi.
Perbedaan poin yang begitu tipis membuat persaingan pada main race Minggu (9/8) memiliki daya tarik tersendiri. Martin masih akan start dari pole position. Bersama dua rider tim Trackhouse Aprilia Raul Fernandez dan Ogura. Sementara row kedua diisi oleh Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati), Bezzecchi dan Marquez.
Selama ini Martin dikenal jago pada sesi sprint race mamun acap gagal di main race. Karena itu ancaman Fermandez dan Ogura jelas akan terjadi sejak lepas start. Fermandez sendiri apes dan gagal finish di sesi sprint.
Tentu saja perjuangan Bezzecchi mengrembalikan banyak poin yang hilang pada races sebelumnya ikut jadi perhatian menarik. Durasi balap sebanyak 20 laps membuatnya lebih banyak kesempatan menyodok ke depan dibandingkan dengan sprint yang hanya berlangsung 10 laps.
Target Bezzecchi jelas, finish terdepan untuk mengambil alih posisi kedua klasemen dari tangan Ogura dan saat sama semakin mendekat dengan Martin. Tentu tak mudah karena 3 pembesut RS-GP di depannya juga tengah membutuhkan poin agar tetap berada di jalur perburuan gelar 2026.
Di pihak Marquez, hasil sprint race menegaskan kalau karakter sirkuit Silverstone memang tak cocok dengan gaya balapnya. Karena itu diprediksi sulit baginya untuk meraih poin penuh, 25, pada race besok.
Ada kemungkinan Marquez tak akan ngotot fight keras melawan Aprilia dalam race esok. Selain karena motornya kalah kencang dari RS-GP, ia juga pada saat ini tak ingin terlalu agresif dan menghindari resiko celaka lagi. Ia sudah bijak memilih saat siap menganbil resiko dan saat siap bertahan dan.mencoba meraih poin yang bisa diperjuangkan seperti di sprint race. Apalagi, trek Silverstone bukanlah favoritnya dan faktanya ia hanya sekali menjadi juara di sirkuit ini sepanjang karirnya.
Jika situasi di lintasan mengharuskan Marquez lebih aman bertahan dibandingkan menyerang maka resiko lain justru menanti. Jika 4 Aprilia finish di depannya maka ketertinggan poin di klasemen semakin jauh. Saat sama posisinya di peringkat 4 klasemen pun bisa digusur Giannantonio yang menguntit dari urutan 5 dengan jarak hanya 2 angka.
Yang juga patut ditunggu adalah perang sesama joki Aprilia. Sejauh ini tidak ada team order untuk.mengutamakan siapa. Masih bebas nerjibaku satu sama lain, hanya saja diimbau tidak menimbulkan crash sesama Aprilia.
Untuk Martin dan Ogura, imbauan itu bisa saja tak akan berlaku. Pasalnya, keduanya tengah on fire dalam perburuan gelar dan tahun depan keduanya sudah pasti berpisah dengan Aprilia dan sama-sama berlabuh di skuad Yamaha.
Juga layak dinanti apakah tradisi Silverstone selama 11 balapan terakhir dengan juara yang berbeda masih berlanjut? (*)