MotoGP 2026 Austria: Abaikan Kesehatan, Jorge Martin Fokus Berburu Poin di 4 Seri Zona Asia

Minggu, 20/09/2026 23:45 WIB | Rulin purba
Jorge Martin (Spanyol/Aprilia). (Foto: ist)
Jorge Martin (Spanyol/Aprilia). (Foto: ist)

mobilinanews (Austria) - Mendapuk 32 poin di GP Austria (juara sprint dan runner up main race) membawa Jorge Martin kembali ke puncak klasemen dengan keunggulan 12 angka atas Marc Marquez dan 42 poin atas Marco Bezzecchi. Untuk merawat keunggulan itu, ini yang dilakukannya.

Pembalap tim pabrikan Aprilia itu memutuskan untuk fokus pada 4 serial balap beruntun di kawasan Asia yang dimulai dari Jepang, Indonesia, Australia dan Malaysia bulan depan.

Artinya, ia harus mengabaikan rencana operasi arm pump yang ia derita pada GP San Marino lalu. Arm pump ini adalah penyakit yang umum dialami pembalap motor, termasuk Casey Stoner yang akhirnya pensiun dini karena penyakit tersebut..

Penyakit itu menyerang lengan pembalap dengan rasa sakit, kebas, dan lemah sehingga kesulitan mengontrol pedal gas dan rem.

Di San Marino lalu Martin dominan di 3/4 balapan. Tapi kecepatannya mulai kendur dan dengan mudah disalip 4 pembalap sehingga harus terima finish hanya di P5.

Saat itu ia dan tim medisnya langsung mengatur rencana apakah ia perlu jalani operasi seperti pada musim 2019 atau tidak. Termasuk dalam alternatif rencana itu adalah operasi pada Senin (21/9) jika penyakit yang menyerang urat syaraf itu masih mengganggu di GP Austria.

Ternyata, penyakit itu masih dialami tetapi tidak separah yang ia rasakan di Misano. Buktinya, ia masih bisa meraih pole position, juara di sprint race dan runner up di balapan utama.

Meski sepanjang balapan Minggu (20/9) menempel ketat Pedro Acosta (Red Bull KTM) yang menjadi juara  Martin sama sekali tak bisa bermain agresif dan terus menyerang.

"Tapi saya pastikan itu bukan karena arm pump. Itu karena motor saya memang kalah cepat dibandingkan Pedro," katanya.

Ia mengaku masih merasakan dampak arm pump.pada lengan kanannya  terutama pada sesi latihan GP Austria.

"Saya masih kesulitan, belum bisa tampil 100%. Tetapi saya senang karena kondisinya tidak seburuk saat di Misano. Dengan kondisi seperti sekarang saya masih bisa menahannya."

Ya  dengan terapi khusus yang dilakukan tim medisnya, sepertinya itu cukup menolong performa juara dunia 2024 itu. Karena itu, kata Martin, ia dan timnya memutuskan batal melakukan operasi pada Senin (21/9) esok.

"Saya akan coba jalani cara seperti saat ini. Terlalu beresiko jika kami putuskan untuk operasi," imbuhnya.

Jika dipaksakan operasi maka belum bisa diprediksi dengan tepat berapa lama proses pemulihannya. Padahal 4 seri balap di Asia bulan depan hanya berjarak 1 minggu antar seri. Kecuali dari Indonesia ke Australia yang berjarak 2 minggu.

Sepertinya Martin lebih memilih perburuan poin pada 4 seri lomba itu ketimbang memprioritaskan kesehatan. Tentu saja ia tak ambil keputusan sendiri karena semuanya sepengetahuan tim medisnya. Soal resiko, jadi operasi atau tidak tentu punya resiko eendiri-sendiri. (r)