Mobilinanews (Italia) - Drama luar biasa mewarnai penutupan musim FIA World Rally Championship (WRC) 2026 di Rally Italia Sardegna. Pasangan Elfyn Evans dan Scott Martin dari Toyota Gazoo Racing WRT (TGR-WRT) sukses mengunci gelar juara dunia perdananya.
Kemenangan bersejarah ini diraih setelah persaingan sengit dengan rekan satu timnya sendiri, Sami Pajari dan Oliver Solberg. Ketiga perally muda tersebut saling sikut demi meraih tahta tertinggi WRC untuk pertama kalinya.
“Masih sulit dipercaya kami bisa mengunci gelar ini setelah hari yang gila. Ini hasil kerja keras sepanjang tahun dan pelepas dahaga setelah sekian kali nyaris menang," tutur Evans mengutip keterangannya, Senin (5/10/2026).
Sardinia yang untuk pertama kali menjadi tuan rumah seri penutup menyajikan lintasan kerikil berdebu yang sangat menantang. Suhu panas musim kemarau membuat para perally terdepan harus berjuang ekstra keras menyapu jalanan.

Evans yang datang membawa keunggulan poin harus start terdepan dan mengakhiri hari Jumat di posisi keenam. Sementara itu, Solberg memanfaatkan keuntungan posisi start untuk merebut pimpinan reli pada Sabtu pagi.
Memasuki hari terakhir, Solberg memimpin balapan sementara Evans berada di posisi kelima. Jarak poin virtual mereka yang makin menipis menjadi enam poin membuat sepuluh poin bonus Super Sunday menjadi sangat krusial.
Solberg tampil impresif sejak awal Minggu dengan memenangi trayek Osilo-Tergu. Namun, kondisi lintasan di Sassari-Argentiera yang penuh pasir kian memburuk dan menghadirkan tantangan berbeda bagi perally berikutnya.
Drama besar terjadi saat Evans mengalami ban bocor pada perlintasan kedua Osilo-Tergu hingga kehilangan dua menit. Posisi tersebut memangkas keunggulan virtual Evans atas Solberg menjadi hanya tersisa satu poin saja.

Babak penentuan di Power Stage berubah menjadi duel hidup mati. Solberg yang melaju sangat cepat sempat keluar lintasan di trek akhir, sehingga Evans finis 8,9 detik lebih cepat dan memastikan gelar juara dunianya.
Gelar ini menjadi hadiah manis bagi Evans dan Martin setelah tujuh musim berjuang keras di barisan depan. Konsistensi tinggi sepanjang 2026 serta kemenangan manis di Swedia dan Jepang menjadi kunci kesuksesan mereka.
Evans mencetak sejarah sebagai perally Wales pertama yang menjuarai WRC, mengikuti jejak Colin McRae dan Richard Burns. Sementara Martin menjadi co-driver Inggris pertama yang meraih prestasi tertinggi kejuaraan ini.
Bagi tim TGR-WRT, ini merupakan gelar ketujuh dalam delapan tahun terakhir. Tim asal Jepang ini juga berhasil menyapu bersih tiga gelar juara sekaligus untuk kelima kalinya, mempertegas dominasi mutlak di ajang WRC.

Solberg dan co-driver Elliott Edmondson harus puas menjadi runner-up dengan selisih lima poin. Kendati demikian, penampilan mereka sepanjang musim sangat mengesankan lewat kemenangan di Monte-Carlo, Chile, dan Sardinia.
Mobil GR Yaris Rally1 kembali mengukir rekor dengan memenangi 12 dari 13 seri musim ini. Capaian ke-48 secara keseluruhan tersebut menjadi penutup manis bagi siklus regulasi sebelum aturan baru bergulir di 2027.
“Ini akhir musim yang luar biasa. Elfyn dan Scott telah bekerja keras bertahun-tahun, kini mereka akhirnya mendapatkan gelar yang sangat layak,” ungkap Jari-Matti Latvala selaku Kepala Tim TGR-WRT.
Keberhasilan dramatis ini tidak hanya mengukuhkan nama Evans dalam sejarah reli dunia, tetapi juga menutup era Toyota GR YARIS Rally1 dengan tinta emas sebelum menyambut babak baru kejuaraan WRC di masa mendatang.