Perkuat Ekosistem Pesisir, Suzuki Kembali Tanam 1.500 Bibit Mangrove Di Pangandaran

Senin, 05/10/2026 17:35 WIB | Wilfrid Kolo
Penanaman mangrove untuk melindungi Pantai di Pangandaran
Penanaman mangrove untuk melindungi Pantai di Pangandaran

mobilinanews (Pangandaran) - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama Pandu Laut Nusantara beserta Susi Air kembali menggulirkan “The Indonesian Coastal Greenbelt Project” pada 26 September 2026 di Pelabuhan Cikidang, Pangandaran, Jawa Barat. 

Mengusung tema “Menjaga Pesisir, Menjaga Masa Depan”, kegiatan tahun ini menjadi lebih bermakna melalui penanaman 1.500 bibit mangrove jenis Rhizophora.

Sebanyak 75 peserta turut berpartisipasi aktif dalam sepanjang acara. Para peserta meliputi representasif Suzuki, Pandu Laut Nusantara, nelayan sekitar, serta perwakilan dari berbagai institusi pendidikan dan komunitas lokal.Pemilihan Pelabuhan Cikidang sebagai lokasi pelaksanaan program didasarkan perannya yang strategis sebagai sentra aktivitas perikanan masyarakat setempat.

Letaknya yang berada di sisi selatan Pulau Jawa turut menyimpan keanekaragaman biota laut yang sangat penting untuk dijaga.

Selain menjaga keanekaragaman hayati, aksi penanaman mangrove ini juga bertujuan untuk melindungi kawasan pantai dari ancaman abrasi.

Strategic Planning Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Joshi Prasetya, mengatakan bahwa melalui The Indonesian Coastal Greenbelt Project, kami ingin mendorong kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga melibatkan masyarakat, agar dapat memahami manfaat mangrove bagi keberlangsungan lingkungan dan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir,” ujar Joshi Prasetya.

Edukasi dan Aksi Nyata

Unsur kearifan lokal terasa lebih kuat dengan adanya sesi Success Story Mangrove Conservation bersama Bapak Sugito. 

Ia merupakan tokoh penggerak daerah sekaligus Ketua Rukun Nelayan (RN) Dusun Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut, Sugito membagikan pengalaman Rukun Nelayan dalam mengembangkan kawasan konservasi mangrove di wilayahnya hingga dapat terus tumbuh, dan dikelola sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.

Momen terasa lebih spesial berkat sesi pengenalan teknik penanaman mangrove bagi peserta. Materi mencakup tahapan penanaman serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar bibit dapat tumbuh dengan baik.

Pembekalan ini menjadi dasar bermanfaat sebelum melakukan menerapkan secara langsung di lokasi. Puncaknya, seluruh partisipan bergerak untuk menanam 1.500 bibit mangrove jenis Rhizophora. 

Asal tahu saja,  kolaborasi Suzuki dan Pandu Laut di Pangandaran telah dimulai sejak tahun 2024. Hingga saat ini, kita telah menanam 10.000 mangrove, terdiri dari 7.000 bakau pasir di Susi International Beach Strip dan 3.000 Rhizophora di Pantai Madasari. 

“Pada tahun 2026 ini, melalui The Indonesian Coastal Greenbelt Project atau Proyek Sabuk Hijau Pesisir Indonesia, kita kembali melanjutkan upaya tersebut dengan penanaman 1.500 mangrove Rhizophora di kawasan Pelabuhan Cikidang,” ungkap Chief of Operation PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air), Melinasary Amini.

Bersama Pandu Laut Nusantara dan masyarakat setempat, Suzuki berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat, tidak hanya saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang.