Bocoran Regulasi Baru Kejurnas Speed Offroad, Seluruh UTV Wajib Berlaga di Kelas G6!

Senin, 26/10/2026 15:21 WIB | bagas
Kelas UTV G6 Kejurnas Speed Offroad
Kelas UTV G6 Kejurnas Speed Offroad

Mobilinanews (Serang) - Ajang Kejurnas Speed Offroad 2026 menyajikan persaingan ketat yang menyedot perhatian banyak penonton. Berbagai kelas yang dilombakan musim ini selalu memberikan tontonan yang sangat memukau bagi seluruh pecinta olahraga otomotif.

Di beberapa musim terakhir Kejurnas Speed Offroad 2026, pembalap pengguna UTV Can-Am semakin banyak peminatnya di tanah air. Kendaraan offroad jenis ini mencuri perhatian karena performa lincahnya yang luar biasa di berbagai lintasan tanah.

Berdasarkan regulasi teknis yang berlaku, para peserta yang mengandalkan UTV tersebut seharusnya masuk bersaing dalam kelas G6. Kelas tersebut memang dirancang khusus untuk mewadahi spesifikasi kendaraan jenis side-by-side tersebut.

Namun pada kenyataannya di lapangan, dalam beberapa musim terakhir para pengguna UTV tersebut juga masuk kedalam kelas G7. Kelas tersebut sejatinya sangat identik serta didominasi oleh para pengguna mobil Jeep Cherokee tangguh.

Kelas G7 sejatinya memang menjadi kategori yang dikategorikan sebagai kelas Free For All bagi semua peserta balapan. Walaupun demikian, kehadiran para pembalap UTV di kelas G7 justru dianggap sangat memberatkan bagi para rival mereka.

Dilema Kelas G7 dan Keluhan Para Pemilik Jeep Cherokee

Salah satu peserta G7 seperti M. Arif atau yang akrab disapa Haji Arif dari Gazpoll Racing Team membenarkan fakta tersebut. Dirinya bersama rekan sesama pembalap Cherokee di G7 merasa cukup ‘berat’ atas kehadiran UTV.

Pasalnya secara bobot kendaraan memang sangat jauh berbeda, dimana UTV bisa jauh lebih ringan saat melaju di lintasan. Selain itu, performa akselerasi pun juga jauh lebih cepat serta komponen kaki-kaki UTV dianggap jauh lebih kuat.

Hal ini menurutnya yang menjadi salah satu faktor utama penyebab berkurangnya minat serta jumlah pembalap di kelas G7. Persaingan menjadi kurang seimbang sehingga membuat banyak peserta lama mulai enggan untuk turun kembali.

“Secara bobot UTV jauh lebih ringan serta lincah, hal ini jelas membuat mobil Cherokee kami sangat keteteran. Ini juga menjadi salah satu alasan berkurangnya peserta G7,” ujarnya saat ditemui Mobilinanews.com di Serang, Minggu (25/10/2026).

Angin Segar Promotor untuk Masa Depan Regulasi Balap

Kendati demikian, M Yassin Kosasih selaku pembalap sekaligus pimpinan Jangkar Biru Volcano Cellindo yang menjadi promotor Kejurnas Speed Offroad 2026 memberikan angin segar. Pihaknya mendengar secara langsung berbagai keluhan itu.

Ia menyebut bahwa pada musim depan seluruh pengguna UTV akan full masuk berkompetisi di kelas G6 sesuai jenis spesifikasi kendaraannya. Langkah penting ini diambil demi mengembalikan asas keadilan serta gairah dalam kelas G7.

“Iya sebelumnya kami sudah mendengar aspirasi dari teman-teman G7, dan musim depan regulasi akan kita benahi agar semua UTV kembali murni berlaga di kelas G6,” terang M Yassin di kesempatan yang sama.

Kebijakan tegas ini tentu saja disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi oleh seluruh komunitas offroad di tanah air kita. Terutama para pereli yang selama ini selalu setia mengandalkan ketangguhan mobil Jeep Cherokee pada berbagai ajang.

Pihak penyelenggara event balap sangat berharap dengan adanya penataan kelas ini maka persaingan akan menjadi semakin kompetitif dan sehat. Setiap kendaraan dapat bertarung secara adil sesuai dengan kategori serta spesifikasi aslinya.

Para pecinta ajang reli kecepatan di tanah air kini sangat menantikan pelaksanaan kalender musim depan dengan penuh semangat tinggi. Mereka optimis bahwa jumlah pembalap di kelas G7 akan kembali bangkit serta meriah seperti sedia kala.

Regulasi yang adil serta berpihak pada keseimbangan peserta membuat dunia speed offroad nasional diyakini akan terus berkembang pesat. Ajang kejurnas musim mendatang dipastikan menyuguhkan tontonan balap yang sangat berkualitas baik.