mobilinanews (Padang)- Setelah seharian melahap perjalanan Pekanbaru-BukitTinggi, Datsun Risers Expedition (DRE) Sumatera etape ke 3 berlanjut menuju kota Padang. Perjalanan sesi ke2 di hari ke-3 mengambil start di pelataran parkir Novotel, Bukit Tinggi.
Sebanyak 16 unit Datsun diantara 5 unit dikendarai para risers selebihnya ditumpangi awak media salah satunya mobilinanews juga pihak Agen Pemegang Merel Datsun, Rabu (16/3) pagi.
DRE ini kembali menguji keandalan Datsun Go+Panca sambil menikmati panorama dan keunikan pesona budaya ranah minang selama menyusuri kota Bukit Tinggi hingga finish di kota Padang.
Tidak kurang dari 20 menit perjalanan dengan kondisi jalan menurun serta tikungan yang patah tampak pesona indahnya Ngarai Sianok, salah satu obyek wisata di Bukit Tinggi selain Jam Gadang.
Suasana pagi yang cerah tak dilewatkan para risers untuk mengabadikan pesona ngarai dengan jurang sedalam 100 meter. Dikelilingi hutan lebat dengan latar belakang pemandangan gunung berapi serta di bagian tepi ngarai dipisahkan sungai seolah menyempurnakan keindahan panorama kota kelahiran tokoh proklamator Bung Hatta itu.
Ekspedisi dilanjutkan menuju kota Padang. Kondisi jalan dengan rintangan yang bervariasi mulai dari jalan yang menurun, menanjak dan kerap berliku-liku. Apalagi saat memasuki rute Kelok 44 yang amat fenomenal tikungannya dengan ruas jalan yang semakin sempit menjadi tantangan tersendiri bagi para risers dan awak media.
Namun tikungan demi tikungan dapat dengan mudah dilahap oleh Datsun Go yang memiliki sistem penggerak roda depan itu.
Rasa lelah pun seakan terobati saat berpaling ke kiri jalan tampaklah indahnya hamparan danau Manijau yang terletak di Kabupaten Agam, Pariaman. Dengan mengambil lokasi di tepian danau perserta konvoi DRE melepas lelahnya sekaligus menyantap hidangan khas penduduk setempat yang diolah dari hasil budidaya danau Maninjau.
Puas mengabadikan keindahan danau Maninjau perjalanan pun dilanjutkan dengan menyusuri tepian danau menuju kota Padang. Untuk rute ini kontur jalan mulai berubah, jalan lurus yang datar meski kadang masih ditemukan turunan dan tanjakan dari desa satu dengan desa lainnya.
Lagi-lagi disuguhkan pemandangan yang khas rumah adat Minangkabau dengan atap melengkung juga keramahan penduduk di sana.
Saking asiknya menikmati perjalanan tak terasa memasuki kawasan pesisir, lambaian daun nyiur yang tertiup angin laut seakan menyapa selamat datang tim DRE di sepanjang pesisir Pariaman.
Setelah menempuh perjalan kurang lebih 70 km tibalah di kawasan perairan Pantai Pieh, Kabupaten Pariaman.
Di sinilah para risers kembali diberikan kesempatan sejenak untuk mengeksplor keindahan alam dan budaya Minangkabau.
Selepas itu perjalanan pun dilanjutkan menuju kota Padang yang jaraknya masih 78 km lagi dari kabupaten Pariaman. Seiring dengan tenggelamnya sang mentari tak menyurutkan semangat para risers menggenggam kemudi dan menginjak pedal pegas gas Datsun Go+Panca yang menyandang mesin kapasitas 1.200 cc itu mengarah ke pusat kota Padang.
Kondisi jalan pun mulai ramai, jalan protokol yang lebar lagi padat akan kendaraan telah melengkapkan perjalanan DRE sesi ke2 Bukit Tinggi-Padang. Rute yang menempuh jarak lebih dari 1.000 km itu berakhir di Pangeran Beach Hotel yang terletak di Jl. Ir H Juanda, Padang Utara, Padang, Sumatera Barat.
Meski melelahkan tapi tetap enjoy dengan Datsun Go+Panca. (Teks dan Foto Yacob)
