mobilinanews (Medan) - Sampai awal Juni, kabar tentang jadwal Kejurnas Rally belum jelas. Wajar bila pereli banyak bertanya kepastian event. Apalagi yang sudah sempat siapkan mobil rally tapi jadwal event belum ada tanda-tandanya sampai sekarang.
Lebih bingung lagi pereli yang terikat kontrak dengan sponsor. "Kita tidak bisa jawab ke sponsor scheedule kejurnas karena belum ada kejelasan dari PP IMI," buka Eddy WS, pereli Medan. Tim Suzuki Indocafe bahkan sudah siap sejak Januari lalu.
Wajar Eddy bingung. Sebagai juara nasional Sprint Rally group 2WD yang punya sponsor tetap seperti dealer Suzuki Trans Sumatera Agung, Indocafe dan ban Spectra selalu kesulitan menjawab pertanyaan dari sponsor soal jadwal, ada berapa seri dan main di mana?
Pasti tak hanya Eddy WS yang bingung. Puluhan pereli lain tentu ikut galau. Harusnya PP IMI lebih serius lagi menangani Kejurnas Rally dan Sprint. Minimal ada kerjasama dan support Pengprov yang potensial gelar rally, sebut saja Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Sangat disayangkan. Padahal setiap event Kejurnas Sprint Rally bisa menyedot peserta 100 pereli. Angka segitu cukup banyak untuk rally. Contoh IMI Sumut masih bisa gelar 4 seri Kejurda tahun 2016. Satu seri sudah dilaksanakan.
Harusnya PP IMI support klub yang ingin gelar event dengan merangkul dan membantu supaya bisa jadi event kejurnas.
“Ini mobil-mobil bisa karatan dianggurin menunggu event kejurnas sprint rally dan speed rally yang tak kunjung pasti. Kami sendiri jadi pengangguran nih,” ungkap Eddy yang memang salah satu pereli profesional di Indonesia.
Intinya menuju pentas dunia memang penting, tapi kejurnas jangan diabaikan. Justru harus lebih ditingkatkan kualitasnya. (Teks BangVe)