Pertama di Indonesia, Laboratorium Pengujian Ban Independen

Sabtu, 04/06/2016 20:20 WIB |
Laboratorium Pengujian ban independen pertama di Indonesia yang dinisiasi oleh TUV Rheinland
Laboratorium Pengujian ban independen pertama di Indonesia yang dinisiasi oleh TUV Rheinland

mobilinanews (Tangerang Selatan) – Indonesia kini telah memiliki laboratorium khusus pengujian ban yang independen guna memastikan kualitas manufaktur ban dan juga untuk meningkatkan keamanan jalan raya.

TÜV Rheinland sebagai salah satu perusahaan layanan global untuk pemeriksaan independen membuka laboratorium pengujian ban di Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan. Lab seluas 530 m2 ini disertifikasi penuh oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) Indonesia dan berkualifikasi untuk menguji ban mobil penumpang, truk, bis, dan motor untuk memenuhi standar nasional serta internasional.

“Populasi yang besar dan bertumbuh di Indonesia semakin menginginkan transportasi yang cepat, terpercaya, dan terutama, aman. Laboratorium pengujian ban dari TÜV Rheinland akan mendukung permintaan tersebut,” kata I Nyoman Susila, Managing Director, TÜV Rheinland Indonesia.

Fasilitas ini sendiri akan mendukung target Kementerian Perindustrian Indonesia untuk mendorong daya saing industri melalui peningkatan standarisasi, sekaligus target Kementerian Perhubungan untuk mengurangi angka kecelakaan menjadi nol dengan memenuhi kebutuhan pengujian ban berkelas dunia di Indonesia.

Ditenagai oleh tim ahli yang menawarkan layanan pengujian serta persetujuan, fasilitas ini sudah melayani klien dari 16 negara dan mengeluarkan 200 sertifikat SNI untuk ban.

“Perencanaannya sangat teliti, dari pemilihan lokasi dan perlatan, hingga perekrutan dan pelatihan tenaga kerja yang berbakat, dan mencapai akreditasi Komite Akreditasi Nasional atau KAN, untuk kemudian ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian Indonesia. Semua itu dibangun di atas pengalaman kami selama lebih dari 140 tahun di sektor sertifikasi, dan juga komitmen kami untuk terus mengembangkan kualitas agar mampu menyediakan layanan terbaik bagi klien lokal dan global,” kata Ralf Scheller, Member of Executive Board of Management, TÜV Rheinland AG.

Aktif sejak tahun 1980 di Indonesia, TÜV Rheinland baru mendirikan kantor pertamanya di Jakarta pada tahun 1996. Di tahun 1998, TÜV Rheinland Indonesia meluncurkan bisnis persetujuan homologasi/tipe untuk komponen otomotif dan menerima akreditasi dari KAN untuk persetujuan produk SNI (LSPr-026) di tahun 2009. Tiga tahun kemudian, TÜV Rheinland Indonesia mendirikan lab keselamatan listrik dan laboratorium roda di tahun 2012.

“Pembukaan fasilitas pengujian ban TÜV Rheinland ini adalah cerminan dari potensi pertumbuhan jangka panjang di pasar ban Indonesia. Fasilitas ini akan mendukung kualitas ban industri dan memastikan bahwa spesifikasinya telah memenuhi standar serta peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Kami mendoakan kesuksesan dan dengan hangat menyambut peluncuran fasilitas ini,” pungkas Pascal Nouvellon, Managing Director, PT Michelin Indonesian. (Zie)