Mobilinanews.com (Jakarta) - Apa kabar Rio Saputro? Pembalap muda berbakat itu kini memiliki kesibukan baru. Yaitu budi daya udang di Garut selatan, Jawa Barat. “Tambak udangnya dekat pantai Santolo, Garut. Belajar jadi petani udang , di tempat usaha keluarga,” ujar Rio.
Pembalap yang aktif di Sentul dan di ajang drifting ini mengaku sudah sekitar 1 tahun terakhir menjalankan usaha di areal seluas 4,3 hektar. Jangan kaget jika putra Irjen Pol (Purn) Arijanto ‘Anang’ Boedihardjo fasih ngobrol soal kelola budi daya udang.
“Udang yang saya kembangkan namanya Vaname. Atau dikenal sebagai udang bule karena ukurannya yang besar. Tapi bukan udang windu ya,” tutur Rio yang sering tampak mondar-mandir Jakarta –Garut-Jakarta.
Menurut Rio, udang Vaname banyak dijadikan untuk masakan. Tidak sampai diekspor, melainkan udang itu dikirim ke pabrik-pabrik yang membutuhkan menjadikan sebagai udang olahan. Sedang masa panen udang itu sekitar 120 hari yang berarti setahun bisa panen sampai 4 kali.
Berapa harga udang Vaname per 1 kg? “Tergantung sizenya. Kalau sekarang size 40 sekitar Rp 82 ribu perkilogram. Size 40 itu maksudnya 1 kg berisi 40 ekor udang,” tambah Rio yang tampak begitu cakap menerangkan soal budidaya tambah harga per kilogramnya.
Karena asyik budidaya udang itu, Rio memutuskan hanya akan tampil di ajang balap mobil Sentul saja. “Saya memperkuat tim Honda Racing Indonesia, yang tahun lalu berhasil menjadi runner up (juara dua) di bawah Alvin Bahar. Untuk drifting, tahun ini saya akan stop dulu,” ungkap lajang ramah ini.