Klub KTM InDOC Dipecah Dualisme Pedagangnya

Rabu, 14/09/2016 23:41 WIB |
InDOC dan Dukes ketika riungan di Jatiluhur, awal september lalu
InDOC dan Dukes ketika riungan di Jatiluhur, awal september lalu

mobilinanews (Jakarta) – Baru kali ini terjadi, biker pengguna motor sejenis yang berkumpul dalam satu wadah klub, dipecah-belah oleh kebijakan yang si penjual motor itu. Hal ini dirasakan oleh Eko Aryo, ketua klub Indonesia Duke Owner Club alias InDOC. Klub pengguna KTM Duke 200 di Jakarta ini dapat saingan dari sesama pengguna street bike KTM yang dibentuk oleh diler KTM sendiri.

Eko sadar, ini terjadi karena terjadi dualisme pedagang motor buatan Austria itu di Indonesia. Tapi, yang Eko sesali, karena pengguna motor KTM di Indonesia cuma segelintir. “Sudah cuma sedikit, bukannya disatukan, biar kuat jadi tombak marketing, malah jalan sendiri. Buat kepentingan dagang doang,” cocor pria yang karib disapa Pakdhe itu.

Sekadar info, InDOC sudah berdiri sejak Pebruari 2013. Anggotanya, sejak awal, hingga kini, bertahan di angka 50-an. "Separuh anggota kami aktif kumpul. InDOC juga punya aliansi dengan Dukes, komunitas KTM Duke di Bandung yang anggotanya lebih banyak. Ini sebenarnya sudah kuat kalau digabung. Biker KTM bakal eksis,” ulas Eko lagi.

Nah, klub yang baru dibentuk si diler KTM ini bernama DROC (Duke RC Owner Community). Dari berita yang didengar Eko, diler tersebut sudah mengumpulkan 40 anggota. Keanehan yang dirasa Eko, klub baru ini dapat sokongan untuk mengadakan kegiatan. “Anehnya, kalau InDOC mau bikin kegiatan dan mau didukung mereka, kita harus lapor pada klub tersebut. Kami jadi seperti klub dalam klub,” kecewa Eko.

Tapi, strategi merangkul klub ini bukannya disambut anggota InDOC. Sebaliknya, mereka malah menentang. “Kami tetap jalan sendiri. Mandiri saja. Dari dulu juga tanpa dukungan siapa-siapa,” tegas Eko. Nah, itu lebih lelaki. Laki, berani walau mandiri! (Aries Susanto)