motorinanews - Banyak pengendara motor yang meremehkan pelajaran safety riding sebagai pelajaran untuk bekal berkendara di jalan. Sayangnya hal itu justru sering dilakukan oleh mereka yang menggantungkan hidupnya di atas sepeda motor.
Memang benar adanya naik sepeda motor itu mudah dan hampir semua orang bisa melakukan. Tapi faktanya hampir tidak semua orang memahami cara berkendara sepeda motor yang baik dan benar.
Sebut saja Andre, pengemudi ojek online yang menyikapi dengan apatis kegiatan safety riding yang difasilitasi penyedia jasa ojek online. “Kemarin saya ikut safety riding di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Tapi membosankan bang. Menurut saya gak penting, gitu-gitu aja,” kata pria yang sudah satu tahun setengah ini fokus sebagai pengemudi ojek online.
Padahal jika kita telaah dengan serius dan ada sedikit niatan untuk peduli terhadap keselamatan berkendara sekitar, kampanye dan kegitan safety riding seperti ini harus didukung dan diikuti dengan serius. Percayalah, Anda yang ditraining secara khusus dan gratis merupkan orang yang beruntung.
Mengingat betapa mahalnya kegiatan ini jika dijalankan sendiri. Dan seharusnya pengendara ojek online yang terlatih inilah yang akan menularkan ketrampilan kepada rekan-rekannya yang masih kurang sadar atau ekstrimnya harusnya merekalah yang bertindak layaknya duta keselamatan berkendara motor di jalan raya.
Percayalah, tidak ada perbuatan dan usaha yang sia-sia untuk suatu kegiatan yang positif. Dan penambahan skill berkendara seperti slalom, teknik pengereman, dan berbagai tori serta praktek lainnya yang Anda terima pastinya akan terpakai dalam tiap detik hidup anda di atas kuda besi.(teks : tigor, foto : rifatdrivelabs)