motorinanews - Memberikan kesempatan bagi generasi muda dalam berwirausaha, PT Astra Honda Motor (AHM) menggelar program Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2016. Program tersebut dimaksudkan bagi penerus bangsa yang memiliki jiwa entrepreneur untuk mewujudkan mimpi menjadi kebanggaan bangsa (20/7).
Program yang rutin tahunan ini dilakukan untuk menjaring sekaligus mewadahi potensi kreatif anak muda berprestasi di tingkat SLTA. Di tahun ke-14 ini, AHM mengangkat tema baru dan segar untuk memberikan kesempatan para generasi muda unggulan dari seluruh Indonesia menampilkan ide kreatif kewirausahaan yakni “Young Entrepreneur”.
Dari sebanyak 573 peserta dari 301 sekolah yang mengikuti seleksi AHMBS di tingkat daerah tahun ini, terpilih 70 siswa-siswi terbaik yang akan mengikuti Final AHMBS 2016 tingkat nasional di Jakarta pada 4-8 Agustus 2016.
AHMBS berupaya menemukan peserta dengan bakat-bakat entrepreneurship terbaik yang mampu menjaga keseimbangan antara pendidikan akademis dan semangat entrepreuner. Dalam proses seleksi, para peserta ditantang membuat karya tulis yang memaparkan kegiatan wirausaha yang telah dilakukan.
Untuk penilaian dapat dilihat secara detil dari keunikan ide wirausaha, proses perencanaan, proses eksekusi jual beli, laporan keuangan, hingga skema mempertahankan dan mengembangkan usahanya.
Deputy Head of Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengungkapkan melalui AHMBS, perusahaan ingin menanamkan semangat wirausaha di kalangan anak muda yang kelak akan menjadi menjadi salah satu bagian dari penentu pertumbuhan ekonomi bangsa. Oleh karena itu, AHM berupaya turut serta membentuk karakter wirausaha unggul
dan berkualitas pada diri generasi muda melalui pembentukan karakter, motivasi, hingga opportunity dengan mempertemukan anak muda berprestasi yang memiliki semangat dan visi yang sama.
“Kami ingin dapat menanamkan benih semangat entrepreneur di kalangan anak muda. Kami ingin AHMBS tahun ini dapat melahirkan generasi muda yang kreatif dan namun tetap memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Indonesia membutuhkan mereka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dari sektor informal di masa depan.”