motorinanews - Seperti yang kita ketahui, musim ini Michelin menggantikan Bridgestone sebagai pemasok ban MotoGP. Pabrikan ban asal Prancis ini ditunjuk Dorna ikut ambil bagian lagi di balap motor kelas Premier ini setelah absen tujuh tahun (19/7).
Namun yang harus diketahui, Michelin di balapan tahun ini memberikan tiga jenis ban yaitu power slick (ban botak), power intermediate, dan power Rain (ban basah). Ketiga jenis ban tersebut tentu memilki fungi tersendiri, tergantung dengan cuaca, suhu aspal pada lintasan atau trek serta tergantung kemauan sang pebalap.
Ban Slick adalah ban yang tanpa alur grid dan khusus digunakan pada saat lintasan atau trek itu dalam keadaan kering. Ban Slick beroperasi maksimal di temperatur 100 derajat Celcius. Ban Slick lansiran Michelin diberi nama Power Slick dan terdapat tiga tipe ban berkompon yakni lunak, sedang, dan keras.
Ban Slick
Ban slick keras : garis kuning
Ban slick medium : garis hitam (tanpa warna)
Ban slick lembut : garis putih

Ban Rain adalah ban dengan alur yang bertugas memecah air saat race dalam keadaan hujan dan juga ban basah ini dibuat untuk menciptakan panas di kala lintasan terkena guyuran hujan. Ban Rain bekerja maksimal di tempertur 50 derajat celcius. Ban Rain/wet tyres (ban basah) lansiran Michelin diberi nama Power Rain dan terdapat dua tipe ban yakni berkompon lunak dan keras.
Sedangkan satu lagi adalah ban Intermediate. Ban ini lebih mirip ban Slick namun tetap menggunakan alur grid dan dipakai saat track dalam kondisi pertengahan antara basah dan kering. Ban Intermediate beroperasi maksimal di temperatur sekitar 65 derajat celcius.
Intermediate/Basah
Intermediate : garis abu-abu
Ban basah keras : garis hitam (tanpa warna)
Ban basah lembut : garis biru
