Jangan Tertipu, Ini Informasi Mengisi BBM di SPBU

Rabu, 08/06/2016 10:36 WIB |

motorinanews - Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia sedang dikejutkan oleh oknum petugas Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang melakukan tindak kriminal yakni membohongi jumlah takaran (8/6).

Akibatnya masyarakat banyak yang kecewa atas tindakan oknum nakal tersebut. Untuk menghindari kekecewaaan masyarakat semakin meluas, kali ini motorinanews akan membagi-bagikan sedikit informasi yang mungkin bermanfaat bagi masyarakat dalam mengisi bahan bakar di SPBU.

1. Memilih SPBU
Menurut sebagian orang, lebih baik mengisi bensin di SPBU milik Pertamina yang berkode angka 31 di awal, atau (digit kedua angka 1). Karena jika mengisi bahan bakar di SPBU di luar angka 31 dipastikan SPBU tersebut bermain curang. Sebenarnya hal itu tidak 100% benar. Produk BBM yang diterima oleh setiap SPBU Pertamina berasal dari depot yang sama, dikirim dengan menggunakan mobil tangki dari perusahaan yang sama, dan di SPBU menggunakan peralatan pompa dispenser yang sama sehingga kualitas produknya pun akan sama.
Ada tiga kategori SPBU :
1. COCO alias Corporate Owner Corporate Operate,
2. CODO yakni Corporate Owner Dealer Operate.
3. DODO, Dealer Owner Dealer Operate. Ini berdasarkan pada situs spbu.pertamina.com.
Memang tidak semua SPBU pertamina yang dimiliki swasta berlaku curang, namun dari banyak kasus membuktikan adanya perbedaan baik secara kuantitas maupun kualitas. Pengurangan takaran dan mengoplos BBM mungkin saja dilakukan demi mengejar keuntungan yang berlipat. Jika hal itu terjadi cukup laporkan ke call center Pertamina 500-000 (sesuai kode area) atau pcc@pertamina.com

2. Perhatikan Tuas Handle atau Nozzle
Sebagian orang mengatakan banyak petugas SPBU yang memainkan tuas handle untuk mengelabui jumlah takaran.
Penjelasannya adalah bukan melakukan kecurangan melainkan rekayasa. Karena BBM yang dialirkan dari pompa ke tangki kendaraan bertekanan tinggi, maka harus direkayasa agar bisa berhenti secara otomatis saat mencapai titik maksimal. Permainan nozzle tersebut bertujuan agar BBM yang disalurkan terkontrol dan tidak tumpah dari tangki kendaraan.

3. Isi bahan bakar di pagi hari
Sebenarnya hal ini tidak berpengaruh besar pada kualitas bahan bakar yang akan kita terima. Setiap SPBU memang mempunyai tangki penyimpanan di bawah tanah. Dengan begitu orang banyak beranggapan bhawa mengisi bbm pada pagi hari itu lebih bagus karena temperatur tanah masih dalam keadaan dingin. Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan mengembang. Jadi secara teori apabila Anda mengisi bahan bakar saat siang dengan suhu udara panas, bahan bakar yang diisikan ke dalam tangki kendaraan berat jenisnya lebih sedikit.
penjelasannya adalah Penyimpanan tangki BBM di dalam tanah bukan untuk memadatkan bahan bakar melainkan bertujuan untuk mengurangi resiko kebakaran dan mengurangi penguapan BBM. Perubahan temperatur hanya akan merubah berat jenis (densitas) BBM dan kemudian akan kembali pada saat temperature kembali seperti semula. Sehingga, pengisian BBM pada pada pagi hari maupun siang hari tidak mempengaruhi volume BBM yang dikeluarkan dari SPBU.

3. Isi tangki bbm saat masih setengah
Poin yang ini memang ada benarnya, yaitu agar kita tidak menunda-nunda dalam mengisi bensin karena semakin banyak bahan bakar yang ada di tangki kendaraan, maka semakin sedikit ruang kosong untuk penguapan BBM dan penguapan dapat dikurangi. Sehingga janganlah menunda-nunda mengisi BBM hingga tanki kendaraan sampai hampir kosong.

4. Jangan isi bbm ketika ada truk tangki sedang mengisi tangki penyimpanan
Karena kemungkinannya akan ada kotoran di dasar tangki penyimpanan yang teraduk naik dan terikut masuk ke tangki kendaraan anda. SPBU saat ini sudah memiliki standarisasi teknologi yang bagus. Standar pompa dispenser untuk Tangki Timbun SPBU telah dilengkapi dengan saringan bahan bakar (fuel filter) yang bentuknya seperti saringan oli (oil filter) di mobil. Fungsinya adalah untuk menyaring kotoran dan menjaga bahan bakar yang keluar dari selang selalu dalam keadaan bersih. Secara prosedur petugas SPBU juga akan mengarahkan pelanggan untuk mengisi pada Dispenser yang tidak sedang diisi BBM dari Truk Tanki, agar jumlah BBM yang diterima SPBU dari Truk Tanki memiliki perhitungan yang akurat. (text : Kholis)