motorinanews - Stigma masyarakat Indonesia tentang motor Honda Supra selalu disinggung dengan kesan motor orang tua. Namun saat ini hal itu tidak berlaku sejak hadirnya Honda Supra GTR 150 (25/5).
"Itu hanya stigma beberapa kalangan masyarakat saja. Tidak hanya orang tua saja yang menggunakan Honda Supra, banyak remaja atau anak muda juga memakainya," kata Johannes Loman, Executive Vice President Director AHM.
Pasalnya penerus Honda Supra saat ini memiliki desain yang sangat agresif dan mengusung konsep Grand Touring. Dimana motor ini memadukan kesempurnaan performa motor sport namun tidak menghilangkan sisi kenyamanan dimana ciri khas motor bertipe cub.
"Jelas sekali, motor baru Honda Supra ini lebih sporty. Motor ini juga dibuat untuk memenuhi kebutuhan para pengendara motor yang suka dengan berpetualang atau touring," katanya.
Embel-embel GTR dibelakang kata Supra juga tidak sembarangan. "GTR ini diartikan dengan konsep yang kami buat yakni Grand Touring. Tidak hanya itu, motor ini juga memberikan kenyamanan jika digunakan dalam berkegiatan sehari-hari didalam maupun luar kota," tambah Johannes Loman.
Walau permintaan motor bebek tidak sebanyak dengan motor bertipe sport, AHM tetap optimis dengan kemunculan Honda Supra GTR 150 di pasar otmotif roda dua tanah air. "Kita keluarkan produk ini tidak lain adalah permintaan konsumen dan kami memenuhinya. Kami juga yakin motor ini dapat diterima masyarakat Indonesia karena ini adalah orginalitas ide dari Honda," terang Johannes.
