motorinanews - Dalam upaya memberikan gambaran mengenai berbagai kemajuan dan kepemimpinan Shell di bidang teknologi yang mampu mengatasi tantangan energi global termasuk di Indonesia, PT Shell Indonesia menyelenggarakan Shell Indonesia Technology Conference 2016 bertema "Performing in Challenging Economy through Technology Leadership" (17/2).
Forum yang dihadiri oleh 150 peserta ini terdiri dari para pimpinan perusahaan terkemuka Indonesia dan juga para manajer dari berbagai industri. Adanya forum ini juga bertujuan untuk memberikan berbagai solusi energi yang berbeda dari setiap negara.
Dian Andyasuri, Director of Lubricants PT. Shell Indonesia mengungkapkan di tengah tingginya permintaan masyarakat dan kalangan industri akan bahan bakar minyak, PT Shell Indonesia siap membantu Pemerintah untuk terus menciptakan energi bersih, katanya saat memberikan sambutan di acara ‘Shell Confrence 2016’ di Hotel Fairmont, Jakarta.
Di samping itu, sambung Dian, Shell menekankan pada teknologi yang sanggup menciptakan energi bersih sehingga menekan emisi karbon. Hal itu bisa terlihat dari pelumas Shell yang diklaim bisa membantu pelaku industri mencapai efisiensi.
"Teknologi yang dimiliki shell akan memberi dampak signifikan kepada setiap usaha pelaku industri untuk meningkatkan efisiensi energi, meningkatkan usia mesin karena mampu melindungi peralatan industri dari korosi, kerjasama Shell dengan Wika telah menghasilkan penghematan sebesar US$ 22,915 per tahun karena masa penggantian pelumas dapat diperpanjang hingga 500 jam," ujar Andrew Hepher, Vice President, Shell Global Commercial Technology.