Pertamax Turbo Menjadi Solusi Bahan Bakar Untuk Balap Motor

Selasa, 09/08/2016 16:28 WIB |

motorinanews - Kabar baik dari PT Pertamina (Persero) mengenai akan menghadirkan Pertamax Turbo yang memiliki Research Octane Number (RON) 98 membuat para pecinta motor kebut alias balap merasa sumringah. Pasalnya Bahan Bakar Minyak (BBM) berkadar oktan 98 ini cukup membantu di arena balap motor.

Seperti pada kejuaraan yang berlangsung akhir pekan kemarin di Sentul International Circuit. Beberapa tim merasa kesulitan untuk memberikan performa yang baik pada mesin berkasitas 250cc yang sudah di up grade dengan kualitas bahan bakar RON 95 atau yang kita kenal Pertamax Plus.

Menurut Wahyu Rusmayadi, Manager tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), hal ini berhubungan dengan kualitas bahan bakar yang tidak sesuai dengan perbandingan kompresi yang tinggi dan dapat mengakibatkan mesin cepet jebol.

Terbukti pula, tunggangan Galang Hendra dan Rey Ratukore yang menggunakan motor Yamaha YZF-R25 mengalami problem yang sama yakni menyangkut bahan bakar tersebut hingga tidak bisa melanjutkan lomba di race awal.

"Secara konsep sederhana, ketika oktan bahan bakar tidak sebanding dengan perbandingan kompresi yang tinggi, maka akan muncul gejala detonasi atau ngelitik pada mesin yang dapat berujung jeroan mesin jadi macet," terang Wahyu.

Masih mengenai motor balap, Wahyu mendapatkan kabar Pertamina akan mengeluarkan BBM ROM 98. "Jelas itu akan menjadi solusi bagi kami yang menginginkan kadar oktan lebih tinggi dari RON 95 yang telah kami gunakan disini. Namun untuk motor 250cc yang telah di upgrade saya rasa dengan RON 98 sudah cukup. Karena jika kadar oktan yang lebih tinggi lagi juga kurang bagus buat mesin," jelasnya.

Dengan begitu, Pertamax Turbo nantinya tidak hanya membantu untuk kendaraan roda empat kelas premium, melainkan BBM jenis ini juga dapat membantu para pecinta balap tanah air.

Sebagai informasi, Pertamina membandrol Rp 8.700 per liter untuk Pertamax Turbo. Dan kabarnya sudah mulai di jual di SPBU COCO yakni SPBU M.T. Haryono (31.128.02), H.R. Rasuna Said (31.129.02), Pondok Indah (31.122.04), Pramuka (31.131.01) dan Abdul Muis (31.102.02). (foto : dok. pertamina)