Gerry Salim Dan Dimas Ekky Bersaing Rebutkan Kursi Suzuka 8 Hours

Jum'at, 24/06/2016 14:49 WIB |

motorinanews - Indonesia boleh bangga karena ada dua kandidat pebalap dari Astra Honda Racing team (AHRT) yang akan ikut bersaing dalam ajang balap Suzuka 8 Hours 2016 di bulan Juli 2016 mendatang. Namun kedua pebalap tersebut harus bersaing agar lolos seleksi dan bisa berangkat ke Jepang (24/6).

Adalah Dimas Ekky dan Gerry Salim yang akan bertarung merebutkan kursi di ajang balap ketahanan tersebut. Namun jika lihat dari segi pengalaman jelas Dimas Ekky karena ini merupakan tahun kedua baginya ikut Suzuka 8 hours.

Sedangkan Gerry Salim ini merupakan penampilan perdana di ajang balap ketangguhan motor 1000cc tersebut. Menurut Anggono Iriawan, selaku Senior Manager Safety Riding And Motorsport PT. Astra Honda Motor (AHM), Honda Jepang telah melihat kemampuan Gerry saat bertarung di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2016 dan ini adalah kesempatan baginya untuk ikut tes Suzuka 8 Hours.

Bagi Gerry sendiri ini jelas kesempatan yang tidak bisa dilewati karena balap legendaris dari Jepang ini adalah untuk menguji mental sekaligus fisik. "Sebelum memulai tes, latihan fisik terus ditingkatkan. Biasa lari 6-7km sekarang jadi 8-10km. Jelas ini tantangan bagi saya dan latihan fisik itu sangat berguna bagi saya karena motor yang saya gunakan nanti lebih besar dan tahap seleksi setidaknya menghabiskan sekitar 25 lap sendiri," terang Gerry yang sangat bersemangat.

Mereka berdua berada dibawah Honda Asia dan nantinya akan dipilih 3 pebalap utama untuk turun di Suzuka 8 Hours. Dalam seleksi tersebut, Gerry dan Dimas harus bersaing dengan Md Zaqhwan Zaidi dari Malaysia, dan Rattaphong Wilairot dari Thailand. Sedangkan satu pebalap yang berada peringkat terbawah dalam seleksi tersebut menjadi pebalap cadangan.

"Dalam ajang balap ketahanan Suzuka 8 Hours dalam satu tim terdiri dari 3 rider. Dimas dan Gerry harus bisa menyelesaikan tes dengan motor berkapasisas 1000cc. Dan mereka harus bisa bertahan sebanyak 25 putaran. Justru latihan fisik bagi mereka kunci utama untuk meraih rpestasi di ajang balap ini," terang Anggono.

Sementara Dimas yang lebih berpengalaman di ajang balap 8 hours mengatakan, hal terpenting adalah set up motor. "Ini berkaitan dengan empat rider yang akan melalui tes. Motor ini harus bisa menyesuaikan motor yang nyaman bagi keempat rider sekaligus karena motor yang disediakan hanya satu," jelas Dimas.