motorinanews - Lorenzo menyadari bahwa ia banyak kehilangan poin karena selalu mengalami kendala yang sama yaitu ban depan yang cepat tergerus. Di musim ini pebalap Yamaha Movistar itu dua kali tercecer setelah sebelumnya sempat memeimpin balapan akibat ban depan yang cepat aus (15/6).
Di MotoGP Argentina, posisi Lorenzo terus merosot dan akhirnya terjatuh. Di Barcelona, hal yang sama terjadi dan kemudian dia ditabrak Andrea Iannone saat berada di posisi kelima. Hingga membuat gap 10 detik dari pebalap terdepan.
Pada saat di Jerez kemarin dia juga mengalami kesulitan dengan ban depan tetapi mampu memaksimalkan dengan finis kedua. Meskipun sama sekali tak bisa menandingi sesama pembalap Yamaha Valentino Rossi yang menjadi juara.
“Selalu ada masalah dalam kondisi tertentu ketika daya cengkeram ban hilang, atau di trek dengan aspal yang menggerus ban depan, saya menjadi tidak kompetitif,” kata Lorenzo.
“Ini sudah terjadi selama beberapa tahun. Dengan ban Bridgestone di Australia musim 2014 saya juga mendapat masalah ban depan tergerus dan harus sangat melambat. Ini juga terjadi di Jerez, meskipun saya finis kedua, dan kemudian di Barcelona," katanya.
Berbeda dengan Valentino Rossi, Lorenzo mengakui bahwa rekan setimnya itu lebih pintar mengenai kondisi ban depan. "Rossi, yang punya motor sama seperti saya, terlihat tidak terlalu kesulitan dengan gaya membalap dia atau posisinya di atas motor. Dia bisa lebih menjaga ban depan. Dia bisa mempertahankan lajunya di sepanjang balapan sementara ketika saya mendapat masalah ini, saya harus melambat kalau tidak mau jatuh,” terang Lorenzo.
Tentu di balapan selanjutnya Lorenzo tidak ingin kehilangan poin lagi. Ia akan membahas masalah ini dengan teknisi Yamaha dan Michelin agar bisa memperbaiki kinerja ban.