motorinanews - Tak hanya Valentino Rossi dan tim Yamaha yang mengalami kekecewaan dua pekan lalu di MotoGP Mugello. Para fans juga sempat kecewa saat YZR-M1 yang ditunggangi Rossi mengalami kendala mesin dan mengeluarkan asap pekat hingga memaksanya untuk minggir dari balapan (3/6).
Paska kejadian tersebut, para insinyur Yamaha langsung membawa motor yang dikendari Rossi ke YMC (Yamaha Motor Corporation) untuk keperluan investigasi. Dan setelah dilakukan penyelidikan secara detail, Kouji Tsuya, Kepala Proyek Yamaha untuk MotoGP mengatakan bila kerusakan software menyebabkan mesin YZR-M1 overrev alias menjerit dan kemudian hancur.
Masih menurut Kouji Tsuya, untuk komponen mesin menurutnya tidak ada kesalah fatal tapi murni kesalahan dari perangkat elektronik terkait pembatas putaran mesin (rev limiter) yang akhirnya mengakibatkan kerusakan katup dan piston.
Hal itu disebabkan oleh putaran mesin yang terlalu tinggi ketika motor melaju di trek lurus hingga melewati batas puncak akibatnya limiter tidak berfungsi dan merusak sumber tenaga.
"Kami memberikan settingan rev limiter berdasarkan data tahun lalu dan dengan cara yang persis sama seperti yang kami lakukan tahun lalu. Namun kami tidak tahu bahwa software ini bekerja dengan cara berbeda. Sungguh diluar dugaan kami," terang Kouji di lansir dari autoevolution.
Sirkuit Mugello memang sirkuit yang memiliki karakter high RPM (putaran mesin per menit) di trek lurusnya. Hal itu menyebabkan beberapa motor ada yang melewati hingga batas puncak putaran mesin.
Setelah kejadian ini, para Insinyur Yamaha telah mempersiapkan segala kemungkinan agar tidak terulang lagi. Dan mereka memastikan pada saat balapan di Catalunya nanti motor dalam keadaan sempurna.
"Kami masih punya cukup mesin untuk menuntaskan musim ini. Kami telah mengambil tindakan, jadi kami yakin kerusakan di Mugello tidak akan terulang," jelas Kouji.
Sebagai informasi, setiap pebalap dari tim pabrikan dibatasi hanya memiliki tujuh mesin dalam semusim. Semuanya harus dengan spesifikasi yang identik karena pengembangan mesin dilarang bagi tiga tim itu setelah musim dimulai. Rossi dan Lorenzo masing-masing telah memakai tiga dari jatah tujuh mesin mereka.