Supriyanto, Manager Motorsport Yamaha Bicara Tentang Dunia Balap Motor Indonesia

Senin, 07/09/2015 05:45 WIB |

motorinannews (Jakarta) – Pada hari Sabtu (5/9), M. Abidin selaku GM After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) telah berbagi pandangan mengenai dunia balap motor di Indonesia terkini (baca artikelnya di sini).

Kini giliran Supriyanto selaku Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing yang berbagi pendangan mengenai dunia balap motor di Indonesia terkini...

Supriyanto (Manager Motorsport Yamaha Indonesia)

Sudah menjadi komitmen Yamaha untuk terus mendukung perkembangan dunia balap di tanah air, termasuk pada pelaksanaan balap IndoPrix sebagai seri kejurnas tertinggi.

Saya sendiri berharap ke depan dalam waktu tidak lagi, pihak IMI dapat menyelenggarakan kejurnas balapan motor injeksi. Langkah ini mutlak dilakukan, meski saat ini masih dibutuhkan lebih banyak waktu untuk pengembangan komponen-komponen lokal.

Kami sendiri di tim motorsport Yamaha dapat disebut sebagai pelopor balapan motor injeksi di tanah air. Bahkan pada tahun 2014, pengembangan motor injeksi telah kami lepaskan ke tim-tim balap Yamaha, dengan bantuan panduan, edukasi dan konsultasi dari kami jika tetap diperlukan. Dan terbukti pada tahun 2014, pengembangan ECU lokal pun sudah mulai banyak dikembangkan.

Sebagai pihak APM, kami juga perlu dukungan dari vendor-vendor lokal untuk mengembangkan komponen-komponen balap dari produk lokal, agar dunia balap di Indonesia semakin ramai. Beberapa contoh misalnya Kayaba sudah bisa menyediakan shock, lalu Nissin untuk rem meski untuk kebutuhan motorsport 250cc pengembanan risetnya masih dilakukan bersama Yamaha.

Hal ini karena secara kultur, teknisi kita masih terpaku di karburator. Padahal menjadi teknisi yang menguasai teknologi injeksi wajib hukumnya, jika tidak ingin ketinggalan. Untuk itu, kami juga berharap dukungan regulasi dari pihak IMI. Kami sendiri sudah sejak tahun 2011 menyiapkan teknologi motor balap injeksi. Bahkan pada dua tahun terakhir, motor injeksi Yamaha menjadi juara nasional.

Dengan dukungan regulasi dari IMI, semua tim yang terlibat akan fokus pada pengembangan motor injeksi. Selain berharap dukungan regulasi dari IMI, kami juga berharap dukungan yang lebih besar dari pihak pemerintah, untuk membangun minimal satu lagi sirkuit permanen, selain Sentul. Hal ini karena untuk pengembangan dunia balap motorsport 150cc ke atas harus dilakukan di sirkuit permanen. Sayangnya, saat ini kita baru punya sirkuit Sentul.

Kalau di sirkuit non permanen, cocoknya hanya untuk balapan moped (bebek). Itulah IMI sebaiknya juga memisahkan kelas balapan untuk motorsport dan moped ke depan. Di kelas moped pun pembinaan tetap harus dijaga, karena ini merupakan ajang untuk mencari talent rider di MP5 dan MP6 dengan trek sepanjang 1 km – 1,2 km di sirkuit non permanen. Hanya regulasi balapan kelas 115cc sebaiknya ditiadakan saja, karena APM rata-rata sudah tidak memproduksi moped 115cc.

Untuk balapan motorsport di Indonesia, kami berpandangan maksimum di kelas 250cc. Kalau di kelas 600cc, biaya pengembangannya mahal dan tahapan kita belum sampai di situ. Balap di kelas motorsport 250cc biayanya lebih terjangkau dan lebih cocok sebagai jenjang pembinaan yang lebih baik. Sayang Honda tidak ikutan, padahal mereka juga punya motorsport 250cc.

Untuk sampai ke tahap lebih tinggi, kelas 250cc adalah tahap yang harus dilewati para rider kami, jika ingin berkiprah di level lebih tinggi. Jangan dipaksakan, jangan sampai baru di tingkat Asia, fisiknya sudah tidak mampu lagi, karena terlalu banyak crash. Kalau sampai crash, kerugiannya jadi berlipat, karena rider jadi cidera dan ongkosnya mahal.

Balapan di Indonesia itu budayanya dimulai di sirkuit non permanen, padahal karakter balapan di sirkuit permanen dan non permanen itu beda. Itulah mengapa jenjang pembinaan itu perlu dilakukan dan dilalui oleh para rider. Skill dan fisik harus sempurna. Jangan sampai hanya tercapai salah satunya, karena kalau skill-nya pun naik, tapi fisiknya turun karena banyak alami cidera.

Hal inilah yang kami tanamkan pada rider binaan kami saat ini, bahwa rider Yamaha Indonesia adalah aset.

(Bersambung)