Art Deco Vespa, Dari Limbah Menjadi Nilai Seni Tinggi

Kamis, 26/05/2016 13:20 WIB |

motorinanews - Vespa ibarat kumpulan puzzle antik yang disatukan menjadi skuter utuh. “Sampahnya” saja terlalu sayang untuk jadi besi kiloan. Peluang inilah yang di ambil M. Ikromi Yanwar, seniman Art Deco yang mampu mengubah limbah Vespa tak terpakai menjadi perangkat rumah tangga yang mempunya nilai seni (26/5).

"Ketika punya Vespa saya melihat di rumah kok banyak banget limbah part berserakan. Ingin dibuang sayang, akhirnya kepikiran untuk merakit beberapa bagian limbah mesin menjadi sebuah lampu,” cerita Romi.

Berawal menjual kepada teman-temannya, ternyata respon yang didapat sangat positif. Sehingga produk buatannya terus dikembangkan menjadi beberapa macam komponen Art Deco seperti jam dinding, lampu meja dan kursi.

Demi menjaga kelestarian Vespa dan komponen-komponen orisinil lainnya di Indonesia, ayah dari Tallula Daniya Medina Yanuar ini tidak melulu menggunakan limbah bekas. misalkan lampu dan stang, Romi sering gunakan produk aftermarket. Biasanya jika limbah parts yang sudah tidak bisa dipakai lagi.

“Kalau body saya menggunakan Vespa yang sudah melintir dan tidak bisa center. Kalau body masih bagus mending saya buat bikin Vespa lagi," kekehnya.

Seperti bodi depan Vespa yang dijadikan kursi. Pada kursi jenis ini biasanya Romi menggunakan body Vespa PX yang dilapisi busa kursi mobil lalu dibungkus kulit jok. Warna dan grafis juga bisa disesuaikan dengan selera pemesan.

Kisaran harga termurah untuk produk buatannya sekitar Rp 200-500 ribu untuk jenis lampu dan jam dinding. Bagaimaha dengan harga kursi? Hmm.. Mending kontak Romi langsung biar gak BAPER di 08979791504 “atau cek Instagram kita sist di @wrongshop.”

(text : Tgr, foto : istimewa)