Jangan Asal Pilih Ban Limbah, Ini Tipsnya

Selasa, 02/08/2016 15:05 WIB |

motorinanews - Di lantai bursa limbah moge, penggunaan ban seken atau bekas ramai digunakan. Lantas bagaimana cara mengetahui kualitas ban limbah yang masih layak untuk digunakan pada besutan kita?

“Biasanya gw lihat alur kembangan ban, kalau masih tegas berarti masih layak pakai,” kata Ramlan, dari salah satu anggota komunitas moge di Jakarta, yang juga pengguna ban limbah.

Begitupun sebaliknya. Jika komponen ban sudah retak-retak walau tebal sebaiknya jangan diguanakan. Ban retak terjadi akibat mengalami kekeringan lalu getas. Selain itu, yang perlu diwaspadai dalam pemilihan ban seken adalah ban vulkanisir atau ban rekondisi.

Namun yang lebih utama lagi, cek tahun pembuatan ban tersebut di sebelah sisi kanan ban. Untuk ban limbah dari luar patokannya tidak lebih dari 3 tahun sejak tahun sekarang.

Pada dasarnya rekondisi sangat tidak dianjurkan digunakan pada sepeda motor. “Jauh lebih baik menggunakan ban seken yang masih 70-90 persen kondisinya,” imbuh kata Ramlan.

Sebenarnya di bursa ban seken, ban impor jusrtu mempunyai umur yang lebih pendek di banding lokalan. Sebab komponen dan bahan baku dipertimbangkan oleh iklim dan kondisi jalan. (teks : tigor)