motorinanews - Banyak sebagian masyarakat menganggap bahwa SAE yang tertera disetiap botol oli mesin motor itu adalah untuk membedakan encer dan kentalnya suatu oli mesin. Padahal SAE itu sendiri adalah singkatan dari Society of Automotive Engineers, sebuah lembaga yang mengatur standarisasi kekentalan oli mesin (14/7).
Kekentalan merupakan salah satu sifat karakteristik fisik oli mesin yang sangat penting. Perbedaan tingkat kekentalan oli akan berpengaruh terhadap kinerja mesin. Namun, bila dilihat dari kondisi iklim di Indonesia, performa mesin dan hasil pengujian, idealnya dapat dibagi menjadi 4 jenis yaitu SAE 20w50, SAE 15w50, SAE 10w40, dan SAE 15w40.
Banyak hal yang perlu diketahui dibalik arti Kode SAE pada oli mesin sepeda motor ini. Dan berikut adalah arti Kode SAE pada oli mesin sepeda motor, yang dibagi menjadi 4 jenis SAE yang kita kenal di Indonesia, yaitu:
Arti kode SAE 20W-50
Kode SAE 20W-50 diatas berarti oli mesin yang dapat mengubah kekentalannya sesuai temperatur yakni 20W (winter) pada suhu dingin dan pada temperatur tinggi keketanlannya akan berubah menjadi SAE 50. Oli jenis ini masih dapat mengalir (tidak membeku) walaupun temperatur drop hingga -20 C dan saat suhu naik mencapai 100 C oli jenis ini masih mampu mempertahankan kekentalannya. Sifat oli SAE 50 pada suhu mesin tinggi 100 C tidak terlalu encer, dengan kekentalan berkisar 16.3 cSt – 21.9 cSt. (Sebagai perbandingan keenceran seperti air pada 20 C setara ~ 1 cSt)
Oli dengan Kode SAE 20W-50 ini kurang efisien dalam penggunaan bahan bakar (sedikit boros) namun sangat baik dalam perlindungan dan perawatan mesin, khususnya untuk kondisi jalan di Jakarta yang sering macet, jarang berjalan jauh, polusi dan beban berat. Pada kondisi ini dikenal dengan istilah “boundary lubrication”, dimana pada kondisi tersebut lapisan oli sangat tipis diantara celah mesin yang cenderung berpotensi terjadinya kontak antara logam dengan logam.
Oli jenis ini relatif paling kecil nilai viskositas indeksnya (VI), diantara 3 jenis oli lainnya (minimal untuk oli mineral/semi sintetis 120, untuk sintetis 145). Semakin banyak aditif viscosity index improver, semakin sensitif oli/kurang baik buat mesin motor.
VI = ukuran kemampuan suatu oli mesin dalam menjaga kestabilan kekentalan oli mesin dalam rentang suhu dingan sampai tinggi. Semakin tinggi VI semakin baik kestabilan kekentalannya. untuk oli mobil, VI tinggi akan sangat baik dimesin. Sedangkan untuk motor bisa sebaliknya.

Arti kode SAE 15W-50
Kode SAE 15W-50 diatas berarti oli mesin ini bersifat seperti SAE 15W di suhu rendah dan menjadi SAE 50 di suhu tinggi. Karakter oli ini dapat mengalir di suhu minus 25 C dan bertahan di level kekentalan 12,5 cST-16,3 cST pada suhu 100 C.
Jenis oli relatif sama dengan SAE 20W-50. Sedikit yang membedakan adalah sedikit lebih encer dan nilai VI lebih tinggi dari 20W-50 (minimal untuk oli mineral 130, untuk sintetis 150) Semakin tinggi nilai VI artinya adalah semakin banyak pemakaian aditif peningkat angka VI. untuk motor hal ini sangat riskan. Aditif ini relatif sensitif digunakan untuk motor yang menyatukan oli mesin dan gigi (wet clutch). Artinya oli jenis ini relatif lebih mudah berubah kekentalannya dibandingkan Oli SAE 20W-50.
Arti kode SAE 10W-40
Kode SAE 10W-40 diatas berarti oli mesin yang masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -20 sd -25 C (kode 10w) dan menjadi SAE 40 ketika di suhu tinggi. Jenis oli yang relatif paling encer diantaranya ke tiga jenis oli lainnya. Oli ini relatif paling irit BBM, namun kurang baik dalam perlindungan mesin. Terutama pada kondisi jalan sering macet dan beban berat.
Relatif sama dengan SAE 15W-50 dalam hal pemakaian aditif peningkat angka VI. (minimal untuk oli mineral 130, untuk sintetis 150) Apakah berarti paling bagus?Belum tentu! Karena semakin banyak kandungan aditif peningkat angka VI, semakin besar kemungkinan peluang pecahnya aditif VI-nya dan berubah kekentalannya. Ukuran perubahan kekentalan oli biasanya dipakai batasan sampai 25-30% dari kekentalan awal oli baru. Agak sulit memang indikatornya soalnya hanya laboratorium yang bisa memastikan hal ini. Kalaupun Anda ingin tetap memakai oli jenis ini, disarankan untuk memperhatikan jarak pergantian olinya lebih awal. Kalau Anda merasa suara mesin sudah agak berbeda sedikit saja, maka gantilah oli mesin sepeda motor Anda.
Arti kode SAE 15W-40
Kode SAE 15W-40 diatas berarti oli mesin yang masih mampu dipakai sampai kondisi suhu dingin -15 sd -20 C (kode 15w) dan menjadi SAE 40 di suhu tinggi. Nilai VI, minimal untuk oli mineral 125, untuk sintetis 145. Hasil pengujian di motor sebenarnya menunjukkan oli jenis ini yang paling pas. Oli jenis ini relatif paling stabil kekentalannya dibandingkan yang lainnya. Masalahnya oli jenis ini jarang diaplikasikan untuk motor. Biasanya jenis SAE ini, dipakai untuk kendaraan jenis mesin diesel, yang membutuhkan kestabilan kekekntalan dalam jarak jauh dan kondisi ekstrim pada mesin diesel.
Itulah informasi mengenai kode SAE yang terdapat pada oli mesin motor. Semoga bermanfaat.