Pemohon SIM Harus Ikut Pelatihan Keselamatan Berkendara

Rabu, 27/01/2016 06:01 WIB |

motorinanews – Persoalan safety riding telah menjadi perhatian banyak pihak, termasuk satu di antaranya Sonny Susmana selaku instruktur keselamatan berkendara bersertifikat internasional.

“Berkaca dari pengalaman, saya tahu betapa sulitnya mengkampanyekan kedisiplinan dan keselamatan berkendara untuk pengendara sepeda motor di Indonesia. Itulah saya kemudian bisa dikatakan sempat lari dari tanggungjawab dan lebih memilih jalur pelatihan keselamatan berkendara di bidang pertambangan. Hingga suatu waktu, anak kandung saya sendiri mulai menyatakan ketertarikannya pada sepeda motor, saya berkomitmen untuk kembali untuk memberikan kontribusi untuk menekan korban jiwa akibat kecelakaan sepeda motor,” kata instruktur bertubuh tegap tersebut.

Sonny berpendangan langkah untuk memulai hal ini adalah dengan mewajibkan seluruh pemohon SIM harus pernah ikut safety riding dan dibuktikan dengan sertifikat. “Sayangnya masalah trainer safety riding di Indonesia juga masih abu-abu. Belum ada regulasi yang mengatur standar trainer yang jelas dan berkompoten di bidangnya,” imbuh Sonny.

Pelatihan safety riding di Indonesia saat ini menurut Sonny sudah menjadi kebutuhan, karena menyangkut dengan masalah mind set atau pola pikir yang harus diubah mulai dari kesadaran, kewaspadaan dan perilaku berkendara.

“Saya berharap pelaksanaan UU dijalankan, setiap trainer harus dapat memenuhi syarat kompetensi dan menjadi bagian wajib dari proses pengambilan SIM. Jika ini diterapkan akan membantu upaya regulator untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas,” pungkas Sonny.

Bagaimana menurut, Bro Sis? (sumber foto: yamahamotorjakarta.com)

KATA KUNCI