mobilinanews (Sentul) – Menyebut nama Eddy Wijaya Sirait lebih dikenal Eddy WS adalah jaminan mutu. Nama pereli asal Medan, Sumatera Utara ini identik dengan reli dan sprint rally. Di mana pun ada kegiatan itu pasti dikejarnya bersama dengan Syariful “Ucok” Adil, navigatornya sejatinya.
Bagaimana sebenarnya pria 50 tahun ini begitu mencintai reli? “Ceritanya panjang, tetapi bisa dipersingkat sih. Awalnya, saya dulu memulai dengan slalom test di tahun awal 90-an bersama James Sanger dan Herry Agung,” buka Eddy.
Namun seiring waktu, Eddy yang memang orang Medan tidak memungkinkan melanjutkan karirnya di mobil ngepot itu. Karena di medan lebih banyak event reli dan sprint rally. “Itu alasannya aku pindah ke reli. Karena hampir tiap bulan ada event sprint rally di Medan, bang,” ungkapnya.

Nah, karena prestasinya yang mengkilap di ajang itu, akhirnya ayah satu anak ini dipercaya beberapa sponsor untuk menjadi semacam brand ambassador. Tercatat ada ada Suzuki Spectra Indocafe dengan rincian Suzuki adalah mobilnya, Spectra ban dari Deli Tire dan Indocafe perusahaan kopi.
Berkat sponsor yang terus menyokongnya, 8 kali gelar kejuaraan nasional direngkuhnya sepanjang karier di ajang reli. Dan ini merupakan rekor terbanyak bagi pereli di Indonesia.
“Yang menggembirakan bang, bos TSA Suzuki Medan itu penggemar reli. Jadi tidak begitu rumit ketika harus menjelaskan tentang perubahan jadwal yang sering terjadi di Kejurda Sumut maupun Kejurnas. Yang penting, pulang ke Medan harus menggondol itu juara nasional hehe..,” kekeh Eddy.

Bersama Ucok Syariful Adil, navigator abadinya.
Ketika hanya menduduki peringkat kedua pada Kejurnas seri 3 Sprint Rally Canti Darma di Sentul, Bogor pekan lalu karena pada 3 dari 4 Special Stage (SS) ban-nya pecah, Eddy pun hanya sedikit senyum kecut.
“Sedikit masukan untuk panitia, banyak pembatas jalan dari beton yang ketutup rumput yang rimbun. Nah, karena rumput ya kita hajar aja. Ternyata beton, ya pecah ban deh. Next sebaiknya dikasih tali pembatas agak nggak dilewati pereli,” ungkapnya.
Meski “dikalahkan” Toto Michdar yang berpasangan dengan navigator senior Ade Ramadhan, Eddy WS masih optimis bisa meraih juara nasional. Bahkan juga juara Kejurda Sumut. “Kami masih unggul di dua kejuaraan itu. Jadi, pada seri terakhir, kami akan do the best dong,” pungkas Eddy.
Siaaap bang Eddy...(budsan)