motorinanews (Purwokerto) - Siapa yang menyangka pria bernama Muhammad Yusuf Adib Mustofa bisa meracik sebuah motor dengan karya yang belum tentu semua orang bisa melakukannya.
Pria asal Purwokerto ini sontak mejadi perbincangan para builder tanah air atas hasil karnya yang sebentar lagi akan mendunia. Adalah motor Honda Tiger dengan mesin berjumlah 5 silinder dan diberi nama Naga Lima.
Hingga pada akhirnya ia dan Naga Limanya itu berhasil menyabet gelar The Greatest Suryanation Motorland 2016 serta Yusuf panggilan akrabnya berhak untuk berangkat ke Jepang untuk menghadiri ajang Yokohama Hot Rod Custom Show ke-25.
“Setelah melalui penghitungan yang ketat, hasil diskusi para dewan juri dan juga berbagai pertimbangan tingkat kesulitan dalam menggarap sebuah motor. Suryanation sepakat motor garapan milik M Yusuf Adib ini menjadi The Greatest Suryanation Motorland 2016 mengalahkan ratusan motor lain yang ikut pada ajang Suryanation Motorland 2016. Untuk mengapresiasi pemenang, Suryanation akan membawa builder beserta dengan motornya ke Jepang.” jelas Ari Kusumo Wibowo selaku Brand Manager Surya PT. Gudang Garam Tbk
Yusuf memang pantas dijuluki sebagai “The Real Builder”, karena Ia memang bukan orang baru dalam meracik motor-motor dengan perubahan sekelas itu. Sejak 2006, pria kelahiran Blitar, Jawa Timur ini sudah lebih dulu membangun motor sebuah Vespa miliknya yang awalnya bermesin 2-Tak menjadi bermesin 4-Tak.
Bisa dibayangkan betapa rumitnya mengubah konstruksi mesin pelumasan di ruang bakar menjadi di luar ruang bakar. Hanya bermodalkan lulusan SMK Bina Teknologi di Purwokerto dirinya terpikir untuk membuat wadah oli, pompa oli berikut gir dan rantai keteng yang sudah disesuaikan sehingga hasilnya skuter asal Italia itu lebih merdu suaranya pada saat dikendarai.
Melalui beberapa hasil karyanya tersebut membuat nama Yusuf mulai dikenal sebagai builder spesialis custom engine. “Setelah riset mesin Vespa menjadi 4-tak saya mulai percaya diri dan selanjutnya mulai berkreasi dengan custom berbagai model mesin mulai 2 silinder dan 3 silinder segaris, sampai model "L" engine yang mengandalkan basis mesin dari motor-motor lokal,” ujar builder ramah ini.
Sukses membangun beberapa motor berlanjut setelah pria Kelahiran tahun 1979 ini mampu membuat sebuah motor berbasis Honda GL100 menggunakan 3 silinder head. Sukar dibayangkan betapa sulitnya mengubah konstruksi mesin 1 slinder menjadi 3 silinder dengan model W engine. Belum lagi kerumitan dalam mengatur ulang posisi engine mounting pada sasis asli bila ingin diselipkan pada mesin ubahan tersebut.
Jadi bukan tidak mungkin bagi seorang builder ini mampu membuat sebuah motor custom dengan mesin 5 silinder yang diberi nama "Naga Lima" jika melihat asal-usulnya sebagai builder spesialis custom engine. “Saat proses membangun mesin 5 silinder ini jalannya tidak mulus banyak rintangan yang harus saya hadapi, terlebih saat bengkel saya terbakar habis 2 tahun lalu,” lanjut pria yang juga merupakan pendiri komunitas Psycho Engine Indonesia ini dengan mata berbinar.
Sekitar dua tahun lalu, musibah kebakaran memusnahkan bengkel termasuk rumah miliknya. Musibah tersebut memusnahkan hampir semua harta dan karya yang ia miliki termasuk proses riset mesin 5 silinder yang tengah ia persiapkan. “Proses pembuatan motor ini sempat terhenti padahal sudah berjalan sekitar 50% namun karena kejadian tersebut mesin itu habis tidak tersisa dilalap api,” tambahnya.
Setelah musibah tersebut, ia mencoba bangkit dengan menyelesaikan proses pembangunan motor Honda Tiger dengan 5 silinder ini. Ia pun harus mengulang kembali dari awal proses pembangunan mesin. Pada akhirnya hasil kerja keras Yusuf dalam menggarap motor ini sukses mengangkat namanya sebagai juara The Greatest Suryanation Motorland 2016.
Sebagai apresiasi dari pihak Suryanation, Yusuf berhak untuk membawa karyanya ke ajang Yokohama Hotrod Custom Show ke-25 di Jepang yang akan berlangsung pada tanggal 3 Desember 2016 mendatang. “Sebetulnya ini cita-cita saya sejak lama untuk mengharumkan Indonesia lewat karya yang saya buat. Mimpi itu sekarang ada di depan mata saya,” tutup Yusuf yang tidak lupa mengucapkan berterima kasih kepada pihak Suryanation. (Zhein)
