Moto3 2026 Italia: Finis P20 di FP1, Ini Bukti Veda Ega Pratama Punya Potensi Melesat Jauh Lebih Tajam!

Jum'at, 29/05/2026 16:12 WIB
bagas


Veda Ega Pratama #9 (Foto: Red Bull)
Veda Ega Pratama #9 (Foto: Red Bull)

Mobilinanews (Italia) - Seri putaran ketujuh Moto3 musim 2026 yang berlangsung pada 29-31 Mei 2026 di Sirkuit Mugello, Italia, resmi dimulai dengan tantangan berat bagi para pembalap.

Ya, sesi Latihan Bebas Pertama (Free Practice 1/FP1) yang digelar pada hari Jumat ini, para pembalap harus dihadapi dengan kondisi lintasan basah setelah diguyur hujan yang tentu membuat performa kurang maksimal.

Di tengah kondisi sirkuit yang licin, pembalap asal Spanyol, Adrian Fernandez dari tim Leopard Racing, berhasil keluar sebagai yang tercepat dengan waktu terbaik 2 menit 09,930 detik, unggul tipis dari kompatriotnya, Joel Esteban di tempat kedua.

Namun, perhatian publik otomotif tanah air tertuju pada aksi pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Mengaspal di bawah bendera Honda Team Asia, Veda menunjukkan perjuangan luar biasa di sirkuit legendaris sepanjang 5.245 meter ini.

Beradaptasi dengan sirkuit Eropa yang teknikal dalam kondisi basah tentu bukan perkara mudah bagi seorang pembalap debutan. Sepanjang sesi FP1 yang berdurasi ketat tersebut, Veda berhasil melahap total 12 putaran untuk mencari setelan motor terbaik.

Pembalap bernomor start 9 ini pada akhirnya harus puas menyudahi sesi latihan pembuka di posisi ke-20 dengan catatan waktu terbaiknya di angka 2 menit 12,954 detik, terpaut jarak 3,024 detik dari Adrian Fernandez yang berada di puncak klasemen.

Kendati berada di barisan belakang pada hasil akhir klasifikasi waktu kombinasi, performa Veda di atas lintasan lurus Mugello terbilang cukup kompetitif. Motor Honda tunggangannya mampu menembus kecepatan maksimum hingga 234,2 km/jam.

Secara konsisten, Veda mencatatkan rata-rata kecepatan lima putaran terbaiknya di angka 233,9 km/jam, yang membuktikan bahwa ia memiliki manajemen kecepatan yang cukup stabil di tengah guyuran trek basah.

Jika menilik lebih dalam pada analisis sektor per sektor sirkuit, potensi Veda sesungguhnya jauh lebih besar daripada posisi akhir yang ditempatinya. Berdasarkan data catatan waktu parsial terbaik, ia mampu mengukir waktu ideal yang jauh lebih tajam.

Di Sektor 1, Veda menorehkan waktu impresif 33,551 detik. Ia kemudian melanjutkan aksinya dengan mencatat waktu 24,545 detik di Sektor 2, disusul performa apik di Sektor 3 dengan 50,937 detik, serta menutup lesatan di Sektor 4 dengan catatan waktu 23,416 detik.

Apabila keempat catatan waktu sektor terbaik tersebut digabungkan tanpa cela dalam satu putaran tunggal, Veda Ega Pratama sejatinya memiliki Ideal Lap Time di angka 2 menit 12,449 detik, hampir setengah detik lebih cepat dari waktu terbaik aktual yang ia torehkan.

Kendati demikian, hasil FP1 ini pun menjadi modal berharga bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut dan tim mekanik Honda Team Asia untuk mengevaluasi serta membenahi sektor mana saja yang perlu disinkronkan.

Jika ia berhasil merangkai kombinasi sektor terbaiknya dengan mulus pada sesi-sesi berikutnya, bukan tidak mungkin pembalap Indonesia ini akan melesat menembus posisi 15 besar atau bahkan memperebutkan zona poin pada sesi balapan akhir pekan nanti.

Tag

Terpopuler

Terkini