mobilinanews (Banjabaru) - Melihat sosok Doni Saputra, mungkin tak mengira sebagai sosok seorang offroader andal. Masih bocah, berpostur ceking dan kalem tidak banyak omong. Umurnya pun baru 14 tahunan.
Tapi, offroader asal Batulicin, Kabupaten Kota Bumbu, Kalimantan Selatan sangat berbeda ketika sudah di dalam mobil tubular BJM. Cara mengemudinya nggegirisi. Melesat bak anak panah begitu lampu hijau start menyala, dan berhasil menaklukkan lintasan penuh rintangan sepanjang 4,4 km di perumahan Citra Mitra City Banjarbaru.
Doni mencetak prestasi tertinggi dalam kariernya sebagai seorang offroader dengan mencetak sebagai juara kelas Free For All 4 Special Stage (SS) selama 2 hari perlombaan. Dan menguasai 2 SS Champ of The Camp sei 1 Kejurnas Speed Offroad Indonesia eXtreme Offroad Racing 2017.
Tak tanggung-tanggung, bocah kelas 3 SMPN 1 Simpang Empat di Batulicin menumbangkan para dedengkot speed offroad Indesia seperti Rifat Sungkar, Rizal Sungkar, TB Adhi, H Syamsudin, Ijeck, Prasetyo Edi Marsudi, Dira Sulanjana hingga Hariono SBM.

“Gokeel nih anak. Bakatnya luar biasa. Doni sudah kelihatan bakal jadi offroader andal sejak 3 tahun lalu. Bayangkan saja, sejak umur 11 tahun sudah menonjol cara bawa mobilnya,” ujar Rifat Sungkar, andalan tim Pertama Motorsport, maestro offroad dan reli Indonesia.
TB Adhi menyebut Doni sebagai Wonder Boy. “Ini anak luar biasa. Jangan lihat penampilan dan fisiknya. Tapi cara bawa mobilnya. Doni adalah salah satu produk keberhasilan Batulicin melahirkan offroader andal selain Jhoni Syamsudin dan Andi Baihaki (kakak Andi Saputra),” ungkap TB Adhi yang memperkuat tim BMB Motorsport Binuang.
Tjahyadi Gunawan, promotor balap dari Genta Auto & Sport melihat Doni sebagai anak ajaib. “Susah diomongin dengan kata-kata, Doni itu sangat berbakat dari orang tuanya yang offroader dan lingkungan saudaranya di Batulicin. Harus dipupuk dan dijaga lingkungan terdekat, agar terus konsisten di balap,” kata Gunawan.

Pasalnya, usianya yang masih remaja, membuatnya bisa mengubah kesenangannya. “Dulu, pernah prestasi Doni melorot. Dicari tahu, ternyata dia lagi keranjiangan main futsal. Nah, ini tugas orang tua terus mengarahkan ke balap,” pesan Gunawan yang mantan offroader.
Doni sendiri ketika disamperin mobilinanews tampak masih malu-malu dan tidak banyak bicara. Justru Anang, panggilan Andi Baihaki sang kakak yang banyak menjadi juru bicara. “Andi memang pemalu, jarang mau melayani wawancara,” ungkap Anang.
Tapi, begitu dilakukan wawancara dengan WhattShap, ternyata kebalikan. Putra kedua dari pasangan H Johan dan Hj Misnawati ini. “Kesan saya merasa bangga dengan hasil yang saya raih di Banjarbaru ini,” ujar Doni.
Ditanya lebih lanjut soal cita-citanya kepengin jadi offroader dan pereli seperti Rifat Sungkar. “Iya, om. Pengin seperti om Rifat. Kalau idola saya Sebastian Ogier pereli WRC. Mungkin tahun depan juga ikutan sprint rally dan reli kalau sudah dibelikan mobil oleh orang tua,” tutur kelahiran 17 Juni 2002 ini.
Begitu sekilas tentang Doni Saputra, bocah asal Batulicin yang gemar gamer dan futsal. (budsan)