motorinanews (Texas, AS) – Rider legendaris Suzuki Kevin Schwantz tak tahan melihat buruknya performa Suzuki musim ini, jauh lebih buruk dari tahun lalu saat digeber Maverick Vinales. Pembalap pindahan dari Ducati, Andrea Iannone, pun jadi kambing hitam.
Satu-satunya juara dunia kelas primer (1993) di atas Suzuki itu teriak dari domisilinya di Texas, AS. Ia menilai rekrutan Iannone sama sekali tak mampu mengembangkan Suzuki GSX-RR padahal sudah punya basis teknologi yang mumpuni sejak tahun lalu.
“Saattes pramusim hasilnya lumayan bagus. Saat tampil perdana di GP Qatar, saya juga lihat GSX-RR apik di tikungan. Tapi, saat saya bicara dengan Iannone di GP Austin, ia banyak mengeluh soal ini dan itu,” ketus Schwantz yang sekarang jadi pengamat MotoGP.
Yang dibutuhkan Iannone saat ini, katanya, berhenti mengeluh dan lebih giat memperkuat apa yang sudah ia dapat di Suzuki. “Ia hanya perlu menjalankan apa yang menjadi tugasnya, tentu dibarengi dengan kerja keras.”
Mendapat kritikan pedas itu, Iannone pun berkomentar.
“Saya tak mengerti harus bilang apa kepada Kevin. Saya selalu respek kepadanya, sebagai pribadi maupun sebagai pebalap. Tapi, saya lebih suka kalau itu semua ia sampaikan langsung di depan muka saya.”
Posisi Iannone sendiri saat ini dikabarkan goyah di dalam tim. Rumor mengatakan kemungkinan kontraknya diputus di tengah jalan, tak sampai tuntas hingga 2018.
Prestasinya memang amat buruk dibandingkan raihan Vinales dalam dua tahun di Suzuki yang membuatnya langsung ditarik tim Yamaha.
Dalam 9 balapan tahun ini, Iannone retire sebanyak 3 kali, semuanya akibat jatuh di lintasan. Posisi terbaik P7 di GPAustin. Pada klasemen sementara, ia bercokol di urutan 26 dengan total poin 28.
Maka, dalam beberapa pekan ke depan, status Iannone di Suzuki akan sangat bergantung pada hasil awal di paroh kedua kompetisi 2017 yang dimulai dari GP Ceko awal Agustus. (andro)