motorinanews (Silverstone) –Valentino Rossi sudah pasrah jika tahun ini tak bisa meraih gelar juara dunia lagi. Harapannya dalam tujuh seri sisa hanyalah punya motor kencang, menikmati balapan, dan lihat apa yang terjadi di akhir musim.
“Sedikit bodoh kalau saat ini masih memikirkan gelar. Yang harus dipikirkan adalah peningkatan teknis pada motor. Para teknisi pabrik dari Jepang harus terjun karena yang saat ini berada dalam tim tak sanggup menangani masalah yang ada, tak hanya saya tapi juga motor Maverick (Vinales),” ucap Rossi seusai GP Austria pekan lalu.
Tertinggal 33 poin dari Marc Marquez (Honda) dan berada di urutan 4 klasemen sementara, peluang The Doctor meraih gelar memang sangat berat dalam 7 balapan sisa. Vinales lebih berpotensi karena hanya terpaut 24 poin.
Semangat besar Rossi membangun M1 tercermin dalam tes privat di Sirkuit Misano, Italia, Minggu (20/8). Ketika Vinales sudah pulang, Rossi dan tim teknisnya masih berkutat di sirkuit hingga pukul 20.00 waktu setempat dengan total 80 putaran menjajal Yamaha YZR-M1.
Tak ada keterangan resmi tim maupun Rossi soal hasil tes, termasuk soal ada tidaknya komponen baru yang digunakan. Yang jelas, problem terbesar Yamaha dalam 8 race beruntun adalah sulitnya menyeting roda belakang terhadap ban belakang pasokan Michelin. Sulit mendapatkan traksi, acap mlintir, dan seperti di Austria hanya mampu bertahan sampai 12 lap. Berbagai solusi sudah dicoba dengan set ulang elektronik, benahi suspensi, bahkan ganti sasis tapi tetap saja kalah dari RC213V milik Marquez.
“Di awal musim Marc yang bermasalah. Sekarang Honda dan Ducati sudah bisa membenahi problem mereka, sedangkan kami masih saja tak berkembang,” imbuhnya.
Dua race di depan, GP Inggris (27/8) dan GP San Marino di Misano (10/9), sangat krusial. Terlebih Misano dimana ia menjadi local hero dan sekeliling sirkuit menjadi lautan kuning karena dipenuhi oleh penggemarnya. Tes Misano lalu jelas diarahkan sebagai persiapan menuju dua race itu. Seberapa besar dampak perubahan YZR-M1 bisa terlihat dalam sesi latihan awal GP Inggris pada Jumat (25/8) ini. Pastinya para tifoso The Doctor sudah tak sabar menanti. (andro)