motorinanews (Lubuklinggau) - Diki Karapan, grasstracker lokal asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan yang bernaung di bawah Cessa Racing Team dinobatkan sebagai Juara Umum. Pebalap yang gemar memakai nomor start #100 ini menguasai dua kelas utama, yakni Bebek modifikasi campuran open dan Free For All.
Sementara itu, posisi kedua di kelas Bebek modifikasi campuran open diraih AA Topan dari Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang tampil atas nama CMRT FR2 Design. Di belakangnya menyusul Ari War Wer dari Tugumulyo (OKU) yang membela bendera RCRT Rumah Cantik Racing Team Merasi.
Sedangkan di kelas FFA Open, di belakang Riki Karapan menguntit Renno Yoanda dari Argamakmur Bengkulu dan Ari War Wer. Sebanyak 200 starter ikut turun di event bertitel "Aswari Grasstrack Competition 2017" yang digelar di Sirkuit Pondok Kelapa Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas sepanjang Sabtu-Minggu (23-24/9).
Ajang balap garuk tanah yang diusung AGP Production ini diikuti tracker dari Bengkulu dan Sumatera Selatan. "Kita hanya melombakan 6 kelas. Intinya untuk merangsang potensi pebalap lokal di Musi Rawas dan sekitarnya," sebut Hendri Dunand, Ketua Penyelenggara.
Seperti terlihat tersedianya kelas Bebek modifikasi campuran pelajar, maksimal berusia 15 tahun. Setidaknya muncul 5 nama tracker lokal yang bisa dicatat, yaitu Arif Casper, Weldy, Ricky JR, Bagas dan Bima Aditya.
AGP Production merupakan event organizer lokal asal Lubuklinggau yang sering adakan kejuaraan balap roda dua. Selain grasstrack, biasanya mengadakan road race. Event kali ini dinilai sukses karena berhasil menyedot penonton sekitar 10.000 orang. Wuuih!
Kebetulan kegiatan ini didukung oleh Bupati Lahat, H. Saifudin Aswari Riva'i. "Kita sepakat menjalankan misi Kak Wari mencari bibit pemula agar berani tampil dan siap dibina menjadi pebalap masa depan Sumsel," pungkas Hendri Dunand.
Siplah! (BangVe)